Memasung Asa Rendahan

Memasung Asa Rendahan

Tak terdengar lagi dering telepon pemecah hening
Tak terusik lagi hati dengan asa yang menanti
Tidak pula terasa bodoh dengan langkah yang tergopoh

Ku diam namun berlari lebih dalam
Ku melangkah namun ku tidak pula menjauh
Ku sembunyi namun ku bereksistensi dalam diri

Kau lepas uluran tak kau genggam lagi layang mu
Bukan kau hendak melepas namun aku pula yang memutus
Bukan aku berlari namun diri ini berkehendak

Ini adalah titian jalan
Ini adalah penentuan arah
Ini adalah pembentukan jiwa, mengukir nisan, dan keluar dari rahim lama tuk menjadi asa baru

Mungkin ini kesan kecil yang kudapat
Mungkin ini visual palsu yang ku dekap erat
mungkin ini panorama dari jiwa yang terjepit
atau mungkin ini nurani dari jiwa yang hendak berakit

Diri ini hendak keluar sesaat
Belajar dan kembali menyelam dalam hidup
Kau disana, namun jemariku masih kuat menggandeng lenganmu

Kau tak pernah memudar tuntas selama ini
Hanya tersamar dalam indahnya gerak jiwa

Share this Post:
Twitter Facebook Google+