Bukber Sobat Tande: Silaturahmi Orang Bekasi Luntur Akibat Industri

Bukber Sobat Tande: Silaturahmi Orang Bekasi Luntur Akibat Industri

Blog Single

Suasana ngabuburit sambil diskusi yang diadakan Komunitas Sobat Tande, Selasa (14/6).

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Koperasi Mulya Sejahtera mengadakan agenda ngabuburit sambil diskusi dan buka puasa bersama di bantaran Kalimalang, samping Kampus Universitas Islam "45" (Unisma) Bekasi, Selasa (14/6).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda Sobat Tande Goes To Campus "Ngabuburit sambil Diskusi Smart Society". Hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Kota Bekasi, Koswara Hanafi dan KH. Abid Marzuki.

Dalam paparannya, Koswara mengatakan bahwa masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang memiliki silaturahmi yang kuat. Menurutnya, masyarakat Kota Bekasi sudah terkoneksi dengan jalinan Silaturahim.

Ia menyakini bahwa Kota Bekasi menjadi kota yang cerdas adalah sebuah keniscayaan. Karena, lanjut Koswara, konsep smart city melibatkan seluruh stakeholder. Pihaknya juga mengakui bahwa sosialisasi smart city belum masif. "Sosialisasi smart city yang kami lakukan melalui pendekatan kepada masyarakat dan komunitas. Yang penting masyarakatnya harus siap dulu. Harus smart society," jelas Koswara.

Sementara itu, K.H. Abid Marzuki menuturkan bahwa jalinan silaturahim atau khazanah sosial masyarakat Bekasi telah terbangun sejak dulu, yakni Sobat Tande. "Smart society atau masyarakat yang cerdas sudah ada sejak zaman Pahlawan Nasioanl dari Bekasi, K.H. Noer Ali," kata Kiyai Abid.

Ia menceritakan bahwa masyarakat Bekasi sudah memiliki jalinan Silaturahim yang kuat sejak dulu. Namun demikian, semakin berkembangnya industri di Kota Bekasi membuat jalinan silaturahim semakin luntur.

"Semakin berkembangnya industri di Bekasi, semakin terkikis pula tali silaturahmi masyarakat Bekasi," pungkas Kiyai Abid. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+