Panggung Terapung SKM: Oase Bagi Masyarakat Bekasi

Panggung Terapung SKM: Oase Bagi Masyarakat Bekasi

Blog Single

Panggung Terapung (Dok SKM)

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Panggung Terapung adalah idiom yang sengaja dipilih Komunitas Sastra Kalimalang (SKM) untuk mewujudkan rasa cinta dan kesatuan bangsa melalui bahasa kesenian berdasarkan kesamaan niat, kerja, dan pengabdian diri terhadap lingkungan.

Pendiri komunitas SKM, Ane Matahari menuturkan bahwa Panggung Terapung merupakan pentas dari setiap karya-karya yang sudah diciptakan. "Panggung Terapung ini bagian dari Art Theraphy, yakni suatu metode untuk membentuk atau menguatkan 'capacity building' melalui pengasahan 'daya estetik' yang dimiliki setiap individu. Sehingga akan tercipta kesadaran baru tentang pentingnya kerja kolektif atau kerjasama yang harmonis," terangnya kepada Sabekasi.com, Jumat (15/4).

Dikatakan Ane, siratan dari kegiatan ini adalah menyiapkan pentas dialogis dalam bentuk wadah ekspresi personal dan kelompok lewat karya kesenian, baik sastra, musik, teater dan lain sebagainya. “Kalimalanglah tempat yang dipilih untuk itu,” ungkapnya.

Panggung Terapung 6 rencananya akan digelar pada Minggu (17/4) di saluran Kalimalang samping Unviseritas Islam 45 Bekasi. Dari lima pagelaran Panggung Terapung sebelumnya, beberapa tokoh dan pelaku seni banyak yang menghadiri. Seperti Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Penyair Sutardji Calzoum Bachri, Penyair Lekra Putu Oka Sukanta, Pelukis Agus Jolly, Ki Joko Wasis dan Penyair Irmansyah.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi terapi kemanusiaan agar nilai-nilai hidup tetap terjaga baik melalui kata, tindakan atau pun rencana pembangunan ke depan bagi kehidupan masyarakat Bekasi.

Selain itu, Panggung Terapung juga diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat tanpa strata, hingga mengarah pada harmonisasi. "Seharusnya masyarakat Bekasi membuat oasenya sendiri. Kita berharap Panggung Terapung menjadi oase, yakni keteduhan dan kesejukan interaksi tanpa beban, meredam emosi dan kecenderungan kita terhadap ego," pungkas Ane Matahari. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+