Kombas, Melestarikan Batik Khas Bekasi

Kombas, Melestarikan Batik Khas Bekasi

Blog Single

Kombas

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Mungkin Bekasi merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan komunitas yang signifikan. Berbagai komunitas lahir dan bergerak dengan beragam agenda isu masing-masing. Komunitas Batik Bekasi (Kombas) salah satunya.

Berangkat dari kepedulian yang sama pada karya budaya batik Bekasi, Kombas lahir dengan visi pelestarian batik khas Bekasi. Berbagai program pemberdayaan, kajian, hingga sosialisai dilakukan Kombas untuk mewujudkan visinya.

Ketua Bidang Pendidikan, Kajian, dan Kaderisasi Kombas, Iqbal Permadi Wijaya, mengatakan bahwa komunitas ini dibentuk secara resmi tahun 2014. Namun, pergerakannya sendiri sudah dimulai sejak 2009. 

"Dulu kita mulai dari penelusuran dan kajian terlebih dahulu. Ternyata, hasil dari diskusi dengan sepuh dan budayawan Bekasi, kita memang memiliki batik khas Bekasi. Orang dulu di bekasi mempunyai kebiasaan membatik. Tapi karena Bekasi ini kota urban, kebiasaan membatik itu perlahan hilang," katanya.

Ia menilai, jika dibiarkan, maka budaya membatik di Bekasi akan terancam punah. Karena itu, Iqbal dan kawan-kawan membentuk Kombas sebagai wadah.

Saat ini, lanjut Iqbal, Kombas sudah memiliki anggota sekitar 20 orang. "Sekarang kita sedang menelusuri mengenai batik tertua di Bekasi," tuturnya.

Untuk program sosialisasi, Kombas banyak melakukan aktivitas, seperti seminar, pameran, dll. Audiensnya sendiri beragam, dari mulai pelajar hingga ke masyarakat umum. "Selain itu, kami juga memasarkan produk-produk hasil para pembatik yang saat ini masih berproduksi di beberapa wilayah seperti Kali Abang Nangka dan Mustika Jaya," jelas Iqbal saat ditemui di Koperasi Produk Batik Bekasi, di Bekasi Town Square (Betos) Blok D16, Bekasi Timur.

Produk batik Bekasi ini dibanderol dari harga Rp45 ribu hingga 3 juta rupiah. "Harga batik yang motif cetak itu di kisaran Rp45.000 sampai Rp100.000. Kalau yang batik tulis itu dari harga Rp180.000 hingga Rp3.000.000. Karena yang tulis ini kan manual pengerjaannya," terangnya.

Saat ini, menurut Iqbal, peminat batik Bekasi sudah mulai datang dari Jakarta, meski belum banyak. "Mudah-mudahan ke depannya, batik Bekasi bisa lebih dikenal dan diminati, tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tapi juga internasional," pungkasnya. (gl-15/Awi)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+