PPS Pandawa Lengkong Bekasi: Lestarikan Silat, Kokohkan Persaudaraan

PPS Pandawa Lengkong Bekasi: Lestarikan Silat, Kokohkan Persaudaraan

Penampilan PPS Pandawa Lengkong cabang Bekasi dalam acara pagelaran budaya di Alun-alun Kota Bekasi. (Ist)

Sabekasi.com, Rawalumbu – Indonesia terkenal dengan kekayaan khasanah budaya dan kearifan lokal. Satu di antaranya adalah seni tradisi bela diri bernama pencak silat. Hingga kini, di tengah gempuran bela diri yang berasal dari luar, beragam perguruan silat tetap tumbuh berkembang melestarikan seni bela diri asli Indonesia itu.

Di Bekasi, salah satu perguruan silat yang tetap eksis melestarikan pencak silat adalah PPS Pandawa Lengkong. Tak hanya sekedar melestarikan silat agar tidak punah, namun PPS Pandawa Lengkong ini juga bertekad untuk mengokohkan persatuan dan persaudaraan.

Beragam kegiatan budaya dan acara-acara besar di Bekasi turut diikuti oleh Perguruan Pencak Silat (PPS) Pandawa Lengkong. “PPS Pandawa Cabang Bekasi telah sering mengikuti berbagai event pagelaran silat budaya di seluruh Bekasi raya,” ujar Ponda Watanto, Ketua Cabang PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi kepada Sabekasi.com, Jumat (14/4).

Seni budaya pencak silat Pandawa ini, kata Ponda, berasal dari Kota Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Lengkong. Sejak tahun 1935, seni pencak silat Pandawa mulai berkembang dan terpelihara dengan subur oleh para sesepuh di Kampung Lengkong. Bahkan sejak era Abah Achdi Subadi (Alm), seni pencak silat Pandawa sudah berkembang dengan pesat hingga ke seluruh nusantara.

“Adapun para sesepuh budayawan di antaranya Mama Saniyas (Alm), Abah Eon (Alm), Mama H Padil (Alm), Abah Muski (Alm),” terangnya.

Secara resmi, PPS Pandawa Lengkong ini berdiri pada awal bulan Agustus 1937. Sedangkan untuk di Bekasi, PPS Pandawa Lengkong berdiri di Bekasi sejak tahun 2001. Namun sejak tahun 1997, sudah dimulai saat ada salah seorang anggota bernama Bapak Iwan yang belajar di pusat PPS Pandawa Lengkong Tasikmalaya bertugas dinas di Bekasi.

“Setiap hari beliau masih rajin latihan dan suatu ketika ada beberapa teman dan saudara tertarik untuk ikut latihan, maka pada bulan Agustus tahun 2001 diresmikan cabang Bekasi oleh keputusan dari pusat Tasikmalaya,” jelas Ponda.

“Saat ini beliau (Bapak Iwan) menjadi yang di Tuakan dan sepuh di cabang Bekasi,” lanjutnya.

Arti Filosofis PPS Pandawa Lengkong

Menurut penjelasan Ponda, PPS Pandawa Lengkong mempunyai arti dan memiliki makna dari kata Pandawa itu sendiri. P huruf pertama dari Pamili. A huruf pertama dari Anu. N huruf pertama dari Nungtut. D huruf pertama dari Di. A huruf pertama dari Alajar. W huruf pertama dari Walagri. A huruf pertama dari Ati.

“Apabila digabung mempunyai arti Pamili Anu Nungtut Di Alajar Walagri Ati yang diambil dari bahasa Sunda yang mempunyai arti Persaudaraan dalam Ajaran Waras Ati atau Keluarga/Handaitaulan yang menuntut ilmu untuk belajar/berlatih agar hati menjadi sehat, tentram dan hati menjadi lurus suci,” paparnya.

Setelah mengetahui akan arti PPS Pandawa dan tujuannya, kata Ponda, jangan sekali-kali melanggar ajaran dan aturan yang dikeluarkan oleh perguruan. Karena ajaran dan aturan untuk kebaikan para anggota dan murid dan kita harus memegang serta meresapi di dalam hati dan menghayati motto perguruan, yakni Tata Titi Tindak Tanduk Undak Usuk Duduga Prayoga.

“Arti dari motto PPS Pandawa adalah berusaha belajar dan menguasai, termasuk belajar mengendalikan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita dan dari luar,” tutur Ponda.

Selain itu, PPS Pandawa Lengkong juga memiliki tiga macam pelajaran pokok, yakni Tatungan/Sikap Getret (Cikalong Miring), Cimande, Tatungan Leuleus. Sedangkan pelajaran tambahannya adalah Cikalong Sera, Cikalong Lemas, Cikaret, Pelajaran menggunakan senjata berupa pisau, golok, trisula dan toya.

PPS Pandawa Lengkong Cabang Bekasi biasa berlatih di SMK Sumber Permata Bangsa di Jalan Kemuning Raya Cipendawa Lama Nomor 8, RT 03 RW O5, Kelurahan Bojongmenteng Kecamatan Rawalumbu. Waktu latihannya adalah malam Kamis, malam Sabtu, dan Minggu pagi.

Terkait keanggotaan, saat ini murid yang paling kecil umur 10 tahun dan yang paling dewasa berumur 70 tahun.

“Manfaat belajar silat dari aliran perguruan ini selain untuk menjaga kesehatan dan menjaga diri, juga bisa untuk ruqyah, melatih mental dan spiritual, tanpa jampi jampi dan syarat syarat tertentu,” pungkas Ponda. (Sab)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya