Para Peminat Sejarah Bakal Serius Telusuri Masa Lalu Bekasi

Para Peminat Sejarah Bakal Serius Telusuri Masa Lalu Bekasi

Blog Single

Foto bersama para peminat sejatah Bekasi pasca diskusi di Gedung Juang, Tambun Selatan, Sabtu (8/4)

Sabekasi.com, Tambun Selatan - Para pegiat dan peminat sejarah Bekasi akan serius menelusuri tentang masa lalu daerah yang kini terbagi menjadi dua administrasi, Kota dan Kabupaten, ini.

Hal itu mengemuka dalam diskusi kedua mengenai sejarah Bekasi yang diselenggarakan di Gedung Juang, Tambun Selatan, Sabtu malam (8/4). 

Tema diskusi yang diusung kali ini terkait raja-raja Tarumanagara dari pertama sampai ke-13. Para pegiat dan peminat Sejarah Bekasi yang hadir pada kesempatan itu bergantian menyampaikan pandangan dan pengetahuannya tentang raja-raja Tarumanagara. 

Ada pun yang menjadi rujukan mereka dalam diskusi tersebut adalah naskah Wangsakerta. Di mana naskah tersebut merupakan satu-satunya yang mengupas Kerajaan Tarumanagara secara lebih detail. 

Seperti diberitakan sebelumnya, keputusan untuk menggunakan naskah Wangsakerta sebagai rujukan telah diamini semua yang terlibat. Artinya, pertimbangan tersebut melepaskan diri dari kontroversi naskah Wangsakerta itu sendiri.

Baca: Gali Tarumanagara, Pegiat Sejarah Bekasi Diskusi Rutin

Apep Safiludin Sadeli, salah seorang peminat sejarah Bekasi menyampaikan dalam pertemuan tersebut, perlunya dibentuk tim yang serius menelusuri sejarah Bekasi. Di mana, menurut Apep, format tim bisa dari semua lapisan masyarakat dari berbagai kalangan. 

"Selain para peminat budaya perlu juga dilibatkan beberapa pihak lain. Misalnya tokoh masyarakat, ulama, tokoh pemuda, dan pejabat," katanya. 

Pentingnya penelusuran sejarah ini juga dikatakan Hairani Tarigan, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi. Secara tegas ia menyampaikan bahwa penelusuran sejarah Bekasi ini perlu dilakukan secara serius. 

"Terlepas didukung atau tidak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bekasi), kita harus konsisten menelusuri sejarah Bekasi ini," tegasnya.

Diskusi tentang sejarah Bekasi tersebut berlangsung seru. Terbukti, diskusi baru berakhir pada pukul 3.00 dini hari. (Sab) 

Share this Post:
Twitter Facebook Google+