Soal Vonis Bersalah Kasus Falya, RS Awal Bros Ajukan Banding

Soal Vonis Bersalah Kasus Falya, RS Awal Bros Ajukan Banding

RS Awal Bros Bekasi

Sabekasi.com, Bekasi Barat - Pasca putusan Pengadilan Negeri (PN) Bekasi yang telah memvonis RS Awal Bros bersalah melakukan malpraktik terhadap Falya Raafani Blegur (14 tahun), pihak manajemen rumah sakit bakal mengajukan upaya banding.

Baca juga: Kasus Bayi Falya, RS Awal Bros Diputus Bersalah

Menurut kuasa hukum RS Awal Bros, Arif Hutami, sikap ini diputuskan pihaknya sebagai respon majelis hakim yang memerintahkan kliennya untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 205 juta kepada keluarga Falya Raafani Blegur (1) selaku pihak penggugat. "Atas putusan tersebut pihak Rumah Sakit Awal Bros akan melakukan upaya hukum pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi Bandung," tegasnya, Jumat (1/7).

Dikatakan Arif, pertimbangan majelis hakim pada putusan perkara tersebut tidak berdasar hukum dan keliru serta belum mempunyai kekuatan hukum mengikat (inkracht van gewisjde). Menurutnya, keputusan itu berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan Tim Komite Etik bahwa penyebab perburukan kondisi medis dan kesehatan anak Falya Raafani Blegur bukan dikarenakan reaksi alergi (anafilaktik) dari obat antibiotika yang diberikan.

"Pemberian antibiotik tersebut telah sesuai dengan indikasi, berdasarkan pengamatan dokter secara klinis terhadap pasien yang cenderung memburuk. Tak hanya itu, pemberian antibiotik itu juga ditunjang oleh hasil laboratorium yang menunjukkan adanya infeksi," papar Arif.

Sementara itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi menilai kesalahan rumah sakit adalah tidak melakukan skin test terhadap kondisi Falya sebelum disuntik antibiotik. Tidak hanya itu, penyuntikan tersebut juga dilakukan tidak melalui izin keluarga.

Majelis Hakim Frans Haloho memerintahkan pihak rumah sakit memberikan ganti rugi sebesar Rp 205 juta kepada keluarga Falya Raafani Blegur dalam putusan sidang, Senin (27/6). Falya diketahui meregang nyawa setelah dirawat selama empat hari di RS Awal Bros setelah didagnosa terkena diare dan dehidrasi ringan, sehingga perlu dirawat di rumah sakit. (Rsp)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya