Sejak MoU Baru, Pengiriman Sampah DKI Capai 7 Ton Per Hari

Sejak MoU Baru, Pengiriman Sampah DKI Capai 7 Ton Per Hari

Sabekasi.com, Bantargebang - Sejak diberlakukannya truk sampah DKI Jakarta melintas 24 jam, pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mengalami lonjakam tajam.

Hal itu dikemukakan pigak PT Godang Tua Jaya (GTJ) selaku pengelola TPST Bantargebang.

Untuk diketahui, sejak akhir November silam, Pemerintah Kota Bekasi telah membuat kesepakatam baru dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait proses pengiriman sampah ke TPST Bantargebang. Hal itu dilakukam pasca terjadi kisruh antara DPRD Kota Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait sejumlah pelanggaran pengiriman sampah.

Baca: Truk Sampah Jakarta Diizinkan Melintas 24 Jam Seterusnya

"Kami mencatat adanya lonjakan volume sampah pasca dibebaskannya operasional truk sampah DKI Jakarta selama 24 jam sejak April 2016," kata Managing Director PT GTJ Dauglas J Manurung, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurutnya, lonjakan sampah warga DKI saat ini rata-rata mencapai 7 ribu ton per hari atau melonjak dari kesepakatan kontrak kerja yakni 2 ribu ton per hari.

Imbasnya, lanjut Dauglas, pihaknya kesulitan mengolah gas metana menjadi pembangkit listrik. Padahal, ini merupakan salah satu kewajiban pengelola.

"Gas metana itu hanya muncul dari pembusukan sampah lama. Kalau sampah lamanya terus menerus ditumpuk dengan lapisan baru, maka gas metananya akan hilang," katanya. (Rsp)

Klik di sini untuk membaca berita-berita terkait sampah di Bekasi

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya