Terapkan Smart City, Distako Bangun Sinergitas dengan Komunitas

Terapkan Smart City, Distako Bangun Sinergitas dengan Komunitas

Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Koswara Hanafi usai berdiskusi dengan berbagai komunitas di lokasi wisata Curug Cilember, Kabupaten Bogor, Kamis malam (19/5).

Sabekasi.com, Bogor - Guna mensukseskan program smart city, Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Kota Bekasi, Koswara Hanafi bersama jajarannya berdiskusi mengenai gagasan besar tersebut dengan berbagai komunitas di lokasi wisata Curug Cilember, Kabupaten Bogor, Kamis malam (19/5).

Kegiatan itu diikuti oleh komunitas Satra Kalimalang (SKM), Komunitas Bengkel Seni Kartini (BSK), Koperasi Pedagang Kali Lima Mulya Sejahtera, Kajian Masyarakat Merdeka, Komunitas Hujan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Korek Unisma.

Diskusi yang dimoderatori oleh penggagas Sastra Kalimalang, Ane Matahari itu mengangkat tema "Sobat Tande Menuju Smart Society". Ane menggarisbawahi bahwa smart city merupakan bagian dari proses menciptakan Sobat Tande, yakni khazanah sosial masyarakat Bekasi. "Smart city akan terwujud kalau ada sinergi antara pemerintah dan masyarakatnya," kata Ane membuka diskusi tersebut.

Koswara Hanafi memaparkan bahwa smart city sudah menjadi pemahaman dunia. Bahwa kota-kota besar di dunia maupun di Indonesia sudah lebih dulu menerapkan konsep smart city. Sementara, Kota Bekasi baru menerapkan konsep smart city pada 2015 lalu.

"Kenapa harus ada smart city?. Karena untuk menyelesaikan permasalahan di kota, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Hal ini memerlukan sebuah terobosan dengan efisiensi dan efektivitas. Era saat ini tak bisa terlepas dari teknologi. Teknologi menjadi revolusi kehidupan dalam pengelolaan kota," terangnya.

Koswara menjelaskan bahwa permasalahan di kota akan terus meningkat, tentunya tidak mungkin bisa diselesaikan dengan jumlah pegawai Pemkot Bekasi yang ada saat ini. "13 ribu pegawai Pemkot Bekasi yang ada saat ini tidak bisa monitoring semua permasalahan yang ada," ungkap Koswara.

Di depan komunitas, Koswara menuturkan bahwa paradigma smart city bukan hanya teknologi, itu hanya sebagai alat. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana sumber daya manusianya untuk menggunakan teknologi tersebut.

"Bagaimana mengelola sumber daya alam, manusia, dan sumber daya ekonomi yang ada di sebuah kota supaya dimanfaatkan seefektif mungkin untuk kesejahteraan warganya," ucapnya.

Dikemukakan Koswara, efisiensi, optimal dan efektif adalah ukuran penggunaan teknologi dalam membangun smart city. "Kalau pengelolaan belum mencakup hal itu, belum bisa dikatakan smart. Kalau kegiatan smart city tidak bisa memberi kemaslahatan kepada warganya, berarti belum optimal," terang pria berkacamata ini.

Indikator Penting Smart City

Koswara menyebutkan bahwa indikator smart city terbagi menjadi tiga poin, yaitu manusia, tata kelola, dan teknologi. Adapun bentuknya, yaitu environment (energi, lingkungan hidup, pelayanan kebutuhan masyarakat), smart bussines, dan smart society.

Lebih lanjut, Koswara mengungkapkan bahwa sosialisasi smart city perlu dilakukan melalui pendekatan dengan komunitas. Sebab, ia menilai komunitas merupakan sebuah kelompok yang dapat mewujudkan visi misi bersama. "Komunitas punya jaringan dan kreatif. Komunitas memiliki modal dasar untuk membangun smart city," jelasnya.

Disebutkan Koswara, dua indikator yang paling sulit diusung dalam smart city adalah tata kelola (kelembagaan) dan manusianya, yaitu merubah mindset masyarakat agar paham dengan paradigma smart city.

Ia mengakui bahwa tidak mudah untuk menerapkan konsep smart city, terlebih memberikan pemahaman kepada masyarakat. "Jangankan kalangan masyarakat, bahkan internal Pemkot Bekasi juga masih banyak yang belum paham apa itu smart city," tegasnya.

Koswara menuturkan bahwa penerapan smart city oleh Pemkot Bekasi hanya sisi pelayanan publik. Adapun keberlanjutan program smart city tersebut membutuhkan seluruh lapisan masyarakat. "Penerapan smart city memerlukan beberapa tahapan. Diskusi bersama komunitas merupakan bagian dari bentuk kongkret Distako dalam mewujudkan smart city," tandasnya. (Fad)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya