Kekurangan Data Jadi Masalah Bekasi Smart City

Kekurangan Data Jadi Masalah Bekasi Smart City

Sabekasi.com, Bekasi Selatan – Proyek Bekasi Smart City yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengalami kendala dan kekurangan data.

Direktur Smart City Bekasi Koswara dalam keterangannya kepada awak media mengaku hingga saat ini pihaknya masih menyempurnakan program smart city. Penyempurnaan program tersebut dengan melengkapi kebutuhan data pendukung layanan yang diberikan kepada masyarakat.

"Kami terus menyempurnakan `smart city` di Kota Bekasi secara bertahap. Saat ini kita sedang fokus pada empat bidang pelayanan yang mengadopsi program tersebut," kata Koswara, Rabu (27/4).

Empat bidang sementara yang menjadi fokus Bekasi Smart City diantaranya adalah kesehatan, transportasi serta bidang energi dan lingkungan.

Baca juga: Ini 4 Program Bekasi Smart City yang Bakal Diluncurkan Pemkot

Menurut Koswara, pada bidang kesehatan, pihaknya sajauh ini tengah mengembangkan aplikasi di RSUD yang saat ini sudah mulai menunjukkan hasil.  Aplikasi itu memungkinkan masyarakat untuk memantau data terkait kebutuhan kamar dan sejumlah layanan kesehatan yang ditawarkan.

"Secara bertahap sudah ada hasil dari aplikasi itu, tinggal di kembangkan dan dilengkapi kekurangan datanya," tuturnya.

Bidang layanan berikutnya yang juga tengah disempurnakan adalah transportasi berupa penyediaan parkir meter, transportasi massal "aeromovel", menyusul kemudian gagasan Trans Bekasi yang saat ini sudah dalam tahapan perencanaan.

Untuk layanan parkir meter tengah disempurnakan berupa penyediaan layanan perbankan yang terintegrasi dengan mesin parkir meter. "Jadi mesin parkir meter tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi parkir, namun juga bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik, telekomunikasi, ATM, dan lainnya," ungkap Koswara.

Adapun transportasi "aeromovel" atau kereta angin saat ini tengah dalam tahap penyediaan dana dari pihak pengembang. "Kita juga lagi menggagas Trans Bekasi agar pilihan alat transportasi di Kota Bekasi menjadi lebih beragam," katanya.

Pihaknya juga tengah mematangkan bidang kependudukan dengan melakukan integrasi data penduduk yang dimulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data pintar. Langkah integrasi aplikasi dilakukan melalui Patriot Operation Center (POC) sebagai pusat komando.

Baca juga: Bekasi Smart City, Sebuah Agenda Besar

Di bidang lain seperti bidang energi dan lingkungan tengah dikembangkan konsep Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Sumurbatu. "Saat ini baru selesai proses lelang dan masuk tahap perjanjian kerja sama dan diharapkan dapat cepat beroperasi," pungkasnya. (Rsp)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya