Pemuda Bekasi: Ahok Jangan Kekanak-kanakkan

Pemuda Bekasi: Ahok Jangan Kekanak-kanakkan

Ahmad Djaelani

Sabekasi.com, Bekasi Timur – Terkait rencana pemanggilan dirinya perihal pelanggaran perjanjian tentang pembuangan sampah di Bantargebang, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok langsung murka dan melemparkan tudingan anggota DPRD Kota Bekasi sombong. Bahkan Ahok mengancam akan melarang warga Bekasi kerja di Jakarta.

Pernyataan tersebut terus menuai kecaman dari masyarakat, salah satunya dari seorang Pemuda Bekasi, Ahmad Djaelani. Ia menilai pernyataan Ahok tersebut sangat kekanak-kanakkan. Seharusnya dalam merespon rencana pemanggilan dirinya, tak perlu arogan seperti itu.

“Tujuan pemanggilan Ahok oleh DPRD Kota Bekasi kan baik. Kalau Ahok punya itikad baik untuk mengklarifikasi hal tersebut, datang dong ke Bekasi, jangan kekanak-kanakkan begitu ngomong di media,” ungkap Djaelani saat dihubungi Sabekasi.com, Jumat (23/10).

Menurut Djaelani, pemanggilan Ahok oleh DPRD Kota Bekasi bukan tanpa sebab. Realitanya saat ini memang banyak pelanggaran yang dilakukan oleh DPRD DKI Jakarta terkait pengiriman sampah ke TPST Bantargebang. Selain itu juga akibat pelanggaran tersebut, warga Kota Bekasi juga sangat dirugikan.

“Kalau tidak ada pelanggaran yang dilakukan DKI Jakarta, ngapain juga DPRD memanggil Ahok. Lebih baik Ahok datang ke Bekasi, lihat penyimpangan yang dilakukan truk sampah dan lihat juga warga yang dirugikan,” katanya.

Lanjut pria lulusan FISIP Ilmu Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi ini, statement Ahok di media justru mengakibatkan masalah jadi melebar. Pernyataan Ahok sangat tidak relevan dengan alasan pemanggilan dirinya.

“DPRD kan memanggil Ahok tujuannya untuk diskusi dan klarifikasi, tapi Ahok malah menuding anggota dewan sombong, mengancam akan melarang warga Bekasi kerja di Jakarta dan akan meminta bantuan TNI untuk pengawalan pengiriman sampah ke Bekasi. Lah apa hubungannya?,” tanya Djaelani.

Supaya masalah ini tidak berlarut, Djaelani menghimbau Ahok agar memenuhi panggilan DPRD Kota Bekasi. Pernyataan Ahok yang menantang DPRD Kota Bekasi untuk menutup TPST Bantargebang malah semakin menunjukkan sikap panik Ahok.

“Ahok seharusnya belajar kepada Gubernur Jakarta terdahulu Sutiyoso, saat TPST Bantargebang ditutup warga tahun 2001 lalu, Sutiyoso sampai datang ke DPRD Kota Bekasi, memohon agar Bantargebang kembali dibuka. Tentu kita tak ingin Ahok merengek-rengek seperti itu nantinya,” tutup pria yang juga mejadi penggiat sejarah budaya Bekasi itu. (gl-15)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya