Mahasiswa: Pemerintah Jangan Abai Terhadap Banjir

Mahasiswa: Pemerintah Jangan Abai Terhadap Banjir

Blog Single

Mahasiswa Unisma Bekasi saat melakukan aksi galang dana untuk korban banjir di Jatiasih.

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Peduli korban bencana banjir di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) Kecamatan Jatiasih, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himikom) Universitas Islam "45" (Unisma) Bekasi, melakukan aksi galang dana di perempatan lampu merah Jl. Cut Meutia, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (22/4).

"Galang dana ini dilakukan untuk meringankan beban yang dialami oleh korban banjir di Jatiasih," Ujar Karunia Anurma, koordinator aksi galang dana kepada Sabekasi.com.

Kegiatan sosial yang berlangsung selama sekitar 2 jam tersebut berhasil mengumpulkan uang sejumlah kurang lebih 800 ribu rupiah. Dijelaskan Karunia, dana tersebut akan disalurkan kepada kerabatnya yang tinggal di Perumahan Jatiasih.

"Rumahnya dia digunakan untuk dapur umum, kita salurkan ke sana.  Nantinya uang tersebut akan dialokasikan kepada mereka yang membutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu ketua umum Himikom, Aru Lego Triono menuturkan bahwa aksi galang dana tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tertimpa musibah. "Ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, dan mewakili mahasiswa lain yang peduli terhadap korban bencana," ucapnya.

Pihaknya mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur guna mencegah kembali terjadinya tanggul yang jebol. "Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada satu titik tanggul, sedangkan tanggul yang lain malah terabaikan," jelas Aru.

Ia menegaskan, pembangunan tanggul untuk pencegahan banjir jangan sampai mangkrak. Sebab menurutnya, Kali Bekasi merupakan daerah yang menjadi aliran sungai dari Bogor, yakni Sungai Cikeas dan Cileungsi.

"Pemerintah harus cepat dan tanggap, tidak boleh abai. Tanggul yang belum terbentuk kokoh dan sempurna harus segera diselesaikan," pungkas Aru. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+