Pasca Banjir, Warga PGP Butuh Alat Keruk Lumpur

Pasca Banjir, Warga PGP Butuh Alat Keruk Lumpur

Banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Kamis (21/4).

Sabekasi.com, Jatiasih - Pasca banjir yang terjadi pada Kamis (21/4), sejumlah warga Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) yang menjadi korban banjir membutuhkan bantuan tenaga dan armada angkut untuk membersihkan tempat tinggalnya dari lumpur.

Baca juga: Sering Kebanjiran, Warga PGP Bakal Direlokasi

Seperti dilansir dari Kantor Berita Antara Sabtu (23/4), banjir mulai surut sejak Jumat siang. Namun rumah warga dipenuhi lumpur bekas banjir hingga ketebalan 5 cm.

Menurut salah seorang warga bernama Ono, pembersihan lumpur di kawasan itu sulit akibat aliran listrik yang kerap terputus dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Airnya susah dan lumpur keburu kering karena terpapar sinar matahari. Kalau sudah mengerak, susah dicongkelnya dan lengket. Kami butuh air untuk menyemprot lumpur," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Dedi warga PGP yang rumahnya terendam banjir setinggi 5 meter. "Harus ada truk yang masuk untuk mengangkut lumpur karena mau dibuang ke mana lagi, saluran air sudah mampet semua," katanya.

Saat ini, warga perumahan di lokasi tersebut harus membersihkan rumahnya secara swadaya bersama sanak keluarga dan kolega. Bahkan, tidak sedikit pula yang terpaksa menyewa jasa pengeruk lumpur meski harus dibayar dengan harga yang tidak wajar.

"Untuk mengeruk lumpur di rumah saya yang ukuran bangunannya 85 meter persegi diminta bayar borongan Rp500 ribu sampai dengan Rp750 ribu. Itu sudah termasuk mengeruk lumpur di dalam rumah sampai ke halaman dan jalan depan rumah," sambung Dedi.

Baca juga: Uang dan Perhiasan Kebawa Banjir, Warga Tanya Keseriusan Pemkot

Sementara itu, mayoritas tim sukarelawan yang ada di lokasi dari pihak TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan dinas terkait fokus pada distribusi bantuan logistik dan evakuasi korban.

Bahkan, kendaraan besar dari sejumlah instansi terkait yang dikerahkan ke lokasi banjir tampak memadati akses jalan utama menuju PGP sehingga lokasi tersebut makin semrawut dan membuat arus lalu lintas macet. (Rsp)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya