Sosialisasi Smart City Perlu Dilakukan di Ruang-Ruang Publik

Sosialisasi Smart City Perlu Dilakukan di Ruang-Ruang Publik

Diskusi tentang Bekasi Smart City yang dihelat Sastra Kalimalang, Minggu (17/4).

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Edisi Panggung Terapung 6 yang dihelat oleh komunitas Sastra Kalimalang (SKM) diisi dengan diskusi mengenai program Bekasi Smart City yang saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Kusnan Effendi, Ketua Koperasi Mulya Sejahtera yang menaungi pedagang kali lima Universitas Islam 45 Bekasi menilai bahwa konsep smart city yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kurang sosialisasi.

"Smart city ini, seharusnya pemerintah memberikan pelajaran dan pendidikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat ini cerdas," tegasnya kepada Sabekasi.com, Minggu (17/4).

Dirinya mengungkapkan bahwa gagasan konsep smart city berkaitan dengan sistem informasi dan pola komunikasi. Ia menilai konsep tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan baik. "Jangankan untuk mencerdaskan masyarakat, di kalangan dinas saja tidak ada koordinasi," kata Pakde, sapaan akrabnya.

Sementara itu Ane Matahari, pendiri komunitas Sastra Kalimalang mengungkapkan terkait pentingnya sosialisasi smart city di ruang-ruang publik. Sebab dengan seperti itu, yang cerdas bukan pemerintah saja, masyarakat juga cerdas.

"Smart city ini merupakan bagian yang harus kita ambil bersama. Karena sosialisasi smart city bukan hanya di forum-forum resmi seperti seminar di kalangan elite tertentu," ujarnya.

Pada pagi hari, acara panggung terapung 6 ini diawali dengan aksi kali bersih yakni dengan membersihkan saluran Kalimalang dan lingkungan sekitar. (Fad)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya