Mahasiswa Kritisi Rencana Pembongkaran PKL di Bantaran Kalimalang

Mahasiswa Kritisi Rencana Pembongkaran PKL di Bantaran Kalimalang

Blog Single

Ilustrasi (NET)

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang akan menggusur bangunan Pedagang Kali Lima (PKL) di sepanjang jalan samping kampus Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuai kritik dari elemen mahasiswa.

Baca juga: Lapaknya Akan Dibongkar Paksa, PKL Samping Unisma Tentang Pemkot

Salah seorang mahasiswa Didi Mulyawan mengatakan, hubungan sosial yang sudah terjalin antara pedagang dan mahasiswa saat ini telah membangun atmosfir positif. Yakni kegiatan diskusi, seni budaya, bahkan event-event daerah atau nasional yang sudah mampu memberikan citra positif terhadap Bekasi.

Dari sisi ekonomi, Didi menambahkan saat ini sudah memasuki era globalisasi pasar melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). "Menjadi pertanyaan hari ini, kita tidak melihat bagaimana pemerintah mampu mengakomodir aset ekonomi melalui usaha mikro terhadap gempuran-gempuran produk asing. Kenapa pengusaha kecil malah digusur?," tandasnya.

Menurut Didi, komitmen pemerintah sebagai pemegang amanah rakyat patut dipertanyakan. "Berpihak terhadap rakyat sebagai penghasil ekonomi atau sekedar menjalankan program demi sebuah pencitraan dengan mengorbankan hak masyarakat tanpa solusi," ujarnya.

Baca juga: Bangunan PKL di Unisma Bakal Dibongkar untuk Jogging Track

Sementara itu, Ketua Umum UKM Pusat Kajian Pancasila (Pusaka) Unisma Bekasi, Nurlis Tanjung menuturkan, penggusuran tersebut adalah salah satu bentuk ketidakadilan. "Selama ini masyarakat kecil tidak pernah diberi ruang.  Padahal hampir 70 % pembangunan ekonomi di republik ini adalah sumbangsih dari umkm (PKL)," terangnya kepada Sabekasi.com, Jumat (18/3).

Menurutnya, PKL tersebut sudah mampu menunjukkan kemandiriannya dengan mendirikan koperasi. Sudah seharusnya pemerintah bersikap bijaksana dalam mengeluarkan kebijakan. "Tapi yang saya lihat hari ini pemerintah seperti malah ingin mengubur masyarakat kecil. Kita tidak melihat ada ruang-ruang tersedia bagi gagasan masyarkat kecil di Kota Bekasi ini," papar Nurlis.

Baca juga: Soal PKL Unisma, Akademisi: Jangan Menggusur Tanpa Solusi

Dikemukakan Nurlis, menjadi sebuah ironi ketika pemodal-pemodal besar seolah diberi ruang yang luas, seperti pendirian mall dan swalayan modern yang saat ini menjamur di Kota Bekasi. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+