Program Bekasi Smart City Menuai Banyak Kritikan

Program Bekasi Smart City Menuai Banyak Kritikan

Diskusi ilmiah yang diselenggarakan di Balai Patriot Kota Bekasi pada Selasa, (8/3).

Sabekasi.com, Bekasi Selatan - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-19, digelar Diskusi Ilmiah dengan tema 'Smart City Kota Bekasi Solusi Masyarakat Cerdas' di Gedung Balai Patriot Kota Bekasi, Selasa (8/3).

Narasumber pada kegiatan kali ini adalah Kepala Dinas Tata Kota Bekasi Ir. Koswara, Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Aryanto Hendrata, Ketua Indonesian Fight Corruption (IFC) Intan Sari Geni, Adi Bunardi dan perwakilan pengelola parkir meter Budi Hartono.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh berbagai lembaga dan organisasi masyarakat seperti Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, HIMPAUDI Kota Bekasi dan Komisi Perlindungan Perempuan Indonesia Bekasi.

Pada kegiatan tersebut, dipaparkan gagasan Smart City yang diusung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Tata Kota, Ir. Koswara. Menurutnya, indikator utama Smart city adalah manusia, tata kelola dan teknologi.

"Smart City ini merupakan Paradigma baru masyarakat untuk sama-sama membangun tata kelola Kota Bekasi," katanya.

Salah satu aspek Smart City yakni Smart Transportation, dalam hal ini parkir meter. Menurut Koswara, hal itu sebagai terobosan untuk membumikan Smart City di Kota Bekasi.

Ia mengungkapkan bahwa sistem parkir meter dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini terdapat banyak kebocoran.

Sementara itu, Adi Bunardi dalam paparannya menuturkan bahwa konsep Smart City merupakan produk kapitalis yang terlalu berorientasi pada teknologi.

Menurutnya, untuk mendukung gagasan Smart City, dibutuhkan integrasi dan integritas dari Pemkot Bekasi untuk membentuk kota yang memiliki jiwa. Kota yang tenteram untuk menjadi tempat tinggal bagi warganya.

Ketua Umum IFC Intan Sari Geni menilai banyak terjadi kebocoran pajak parkiran di beberapa Mall di Kota Bekasi. Untuk jumlahnya sendiri, pihaknya tidak bisa mengungkapkan secara terbuka di dalam forum.

"Kalau untuk jumlahnya saya tidak bisa jelaskan di sini. Yang jelas kita akan laporkan kasus ini ke penegak hukum," paparnya.

Salah satu peserta diskusi dari Ormas Pemuda Pancasila juga menilai gagasan Smart City yang diusung oleh Pemkot Bekasi harus disosialisasikan kepada seluruh aparatur pemerintah hingga tingkat kecamatan bahkan kelurahan.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Aryanto Hendrata mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh para pengamat dan peserta menjadi bahan bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam menggagas konsep Smart City.

"Bagaimanapun juga kita mendukung gagasan Smart City Pemkot Bekasi, tapi masukan yang sudah disampaikan diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan," ucapnya. (Fad)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya