Konsep Bekasi Smart City Dinilai Belum 'Smart City'

Konsep Bekasi Smart City Dinilai Belum 'Smart City'

Ilustrasi (Sabekasi.com)

Sabekasi.com, Bekasi Selatan - Konsep Bekasi Smart City (BSC) yang digagas dan tengah mulai dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) dinilai belum selaras dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain itu, konsep BSC dianggap masih belum merepresentasikan smart city. Hal itu disampaikan Hamdi, Sekretaris Ikatan Alumni UIN (Ikaluin) Area Bekasi Raya.

Pada prinsipnya, Hamdi mengapresiasi semangat Pemkot Bekasi untuk mewujudkan konsep smart city dalam rangka memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan publik. Namun demikian, Hamdi menilai apa yang hari ini dilakukan Pemkot Bekasi masih dalam tataran digital city.

"Program smart city yang diusung Pemkot  Bekasi seperti program GPS di truk sampah dan program pemasangan CCTV di wilayah rawan macet baru sebatas digital city. Terus kalau sudah terdeteksi wilayah yang macet melalui CCTV apa yang mau dilakukan?," ujar Hamdi.

Berasarkan hasil riset Kementerian Perhubungan tahun 2014, lanjut Mahdi, Bekasi merupakan Kota termacet ke enam dengan rata-rata kecepatan kendaraan hanya 21,86 kilometer/jam. 

Kemacetan tersebut diakibatkan oleh penyempitan jalan, jalan yang berlubang dan posisi perkantoran dan hotel yang terlalu berdekatan dengan bahu jalan.

"Jadi akar kemacetan sudah terdeteksi dan harus diselesaikan bukan sebatas memasang CCTV. Misalnya jalan raya Jatiasih, seharusnya dilebarkan karena sudah tidak cukup menampung kendaraan. Terlebih saat ini menjadi jalur truk sampah DKI menuju Bantar Gebang, tidak cukup dengan hanya memasang CCTV," tegas Hamdi.

Selain itu, kurang lebih 19,82 persen penduduk Kota Bekasi merupakan penduduk pekerjaannya kebanyakan di luar Kota Bekasi. Untuk itu Pemkot harus menyiapkan moda transportasi yang efektif dan nyaman untuk mereka yang selama ini rata-rata menggunakan sepeda motor.

"Dengan jumlah 460.069 orang, kurang lebih 51,75 persen menggunakan sepeda motor, sementara yang menggunakan transportasi umum 19,42 persen," ungkapnya.

Pihaknya berharap konsep Smart City yang sedang digagas oleh Pemkot Bekasi juga harus diikuti dengan program smart transportasi, smart ekonomi, smart education, dan smart lainnya. (Fad)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya