Logo HUT Kota Bekasi ke-19 Asal-Asalan, Ini Kritik Tajam Pengamat

Logo HUT Kota Bekasi ke-19 Asal-Asalan, Ini Kritik Tajam Pengamat

Blog Single

Logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-19.

Sabekasi.com, Pondok Gede - Salah satu anggota komunitas Indonesian Graphic Design, Sayyidud Dlu'afa mengungkapkan bahwa pihaknya merasa kaget dan tidak menyangka tentang logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-19.

"Saya mulai bertanya dalam hati, bagaimana bisa logo ini menjadi logo HUT Kota Bekasi dan siapa yang membuatnya. Saya merasa cemas jika logo ini adalah logo resmi yang dipakai untuk memperingati HUT Kota Bekasi," ucapnya kepada Sabekasi.com, Sabtu (5/3).

Menurutnya, alasan yang paling mendasar adalah karena ketika berbicara mengenai sebuah design khususnya design logo, itu artinya sedang berbicara tentang konsumsi visual yang nantinya akan dinikmati oleh orang banyak melalui indera penglihatan. "Kita tidak boleh egois dalam membuat suatu design, karena kita juga perlu memikirkan bagaimana caranya agar design yang kita buat dapat diterima oleh masyarakat," terang Sayyidud.

Bagi Sayyidud, mungkin ada yang tidak sepakat dengan pernyataannya, ketika berkata apalah arti sebuah logo atau pertanyaan tentang seberapa penting untuk membahasnya. “Jikalau demikian maka saya akan berkata hal tersebut adalah penting, karena tiap logo mempunyai arti khusus atau memiliki makna tertentu," imbuhnya.

Dijelaskan Sayyidud, logo yang sering dicantumkan oleh perusahaan ataupun lembaga pemerintah dan organisasi di masyarakat sejatinya merupakan representasi dari sebuah keadaan yang mengisyaratkan tentang visi, identitas dan kondisi dari masyarakat yang ada didalamnya yang kemudian dirangkum dalam wujud berupa gambar.

"Hal inilah yang membuat sebuah logo memiliki kesan artistik dan tiap-tiap lembaga pasti memiliki logo yang berbeda, misalnya logo perusahaan A pasti berbeda dengan perusahaan B, begitu pula logo lembaga A pasti berbeda dengan lembaga B dan seterusnya," papar Sayyidud.

Terkait logo HUT Kota Bekasi ke-19, Sayyidud berani menyimpulkan bahwa logo HUT Kota Bekasi masih jauh dari kesan artistik. "Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pembuat logo, akan tetapi pernyataan ini sebagai koreksi bagi Pemkot Bekasi bahwa dalam menentukan sebuah logo tidak boleh asal-asalan," tegas Sarjana Ilmu Komunikasi Unisma Bekasi ini.

Bukan Bekasi Banget

Sebagai perbandingan dengan kota lain misalnya Jakarta, pada logo HUT Kota Jakarta ada simbol Monas yang selama ini menjadi kebanggaan warga Jakarta. Akan tetapi dirinya tidak melihat yang seperti itu pada logo HUT Kota Bekasi.

"Apakah hal ini menandakan Kota Bekasi telah kehilangan identitasnya?, padahal selama ini Kota Bekasi identik dengan julukan Kota Patriot, seharusnya ini bisa ditampilkan di Logo Hut Kota Bekasi," harapnya.

Pada logo HUT Kota Bekasi terlihat angka 19 yang menandakan bahwa kota Bekasi telah menginjak usia ke 19, akan tetapi tidak terlihat adanya jargon-jargon seperti “Terus Berkarya” atau “Semakin Jaya” sebagai penanda visi atau harapan yang ingin dicapai pada usia tersebut. "Saya merasa tidak ada pesan secara khusus yang ingin disampaikan kepada warga Bekasi melalui logo tersebut dan terasa hambar," tukasnya.

Dikemukakan warga Kecamatan Pondok Gede ini, secara konsep design, pemilihan Jenis Font yang digunakan pada logo HUT kota Bekasi adalah font dengan jenis san sheriff yang dinilainya kurang sesuai karena menimbulkan kesan kaku. Untuk event-event seperti perayaan ulang tahun, menurut Sayyidud sebenarnya bisa manggunakan font dengan jenis scrip, karena bentuknya yang mirip seperti tulisan tangan sehingga memunculkan kesan yang anggun dan fleksibel.

Kemudian sambung Sayyidud, tata letak yang kurang sesuai dimana tulisan “Kota Bekasi” berada dibawah angka “19” dengan bentuk logo kotak persegi panjang, membuat logo HUT Kota Bekasi terlihat seperti peringkat dalam penyelenggaraan event balapan dimana si pembalap berada di urutan ke 19.

"Kita semua tahu bahwa urutan ke 19 adalah urutan yang berada jauh di belakang. Dan saya tidak mengerti apa maksud dari gambar tangan dengan jempol ke atas yang berada tepat di samping angka 19, terlihat semakin memperkuat kesan seperti sedang balapan. Padahal kita semua tahu ini logo untuk perayaan ulang tahun, bukan logo untuk balapan," jelasnya.

Menurutnya, satu-satunya elemen yang tepat untuk dimasukkan dalam logo HUT Kota Bekasi adalah pemilihan warna hijau dan kuning. Karena bagi Sayyidud, kedua warna tersebut cukup identik dengan Kota Bekasi, sebagaimana terlihat pada lambang Kota Bekasi yang terdapat warna hijau dan kuning.

Dalam psikologi warna, kata Sayyidud, warna kuning adalah warna yang melambangkan kegembiraan. Sedangkan warna hijau melambangkan harmonisasi dengan alam seperti yang tertera pada visi pemerintah Kota Bekasi yaitu Maju, Sejahtera dan Ihsan.

"Setidaknya itulah yang saya tangkap dari logo HUT Kota Bekasi. Saya berharap Pemkot Bekasi dapat melakukan evaluasi terhadap logo tersebut agar tidak terkesan asal-asalan demi kebanggaan dan harumnya nama Kota Bekasi," tutup pria lulusan pelatihan design dari Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) itu. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+