Pemkot Diminta Urusi Parkir Liar, Bukan Malah Bebani Warga

Pemkot Diminta Urusi Parkir Liar, Bukan Malah Bebani Warga

Parkir meter di Alun-alin Kota Bekasi

Sabekasi.com, Bekasi Selatan - Argumentasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terkait penerapan sistem parkir meter di Alun-alun mendapat kritik dari komunitas Bekasi. Sebelumnya, Pemkot Bekasi mengatakan langkah tersebut bagian dari upaya mendongktak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Syahrul Ramadan dari Komunitas Teman Ngopi mengatakan bahwa penerapan parkir meter di ruang publik justru akan membebani warga. Ia menilai masih banyak titik parkir yang bisa digarap selain ruang publik, kalau hanya untuk mendongkrak PAD.

"Parkir liar itu banyak sekali. Itu saja coba diurus, ditertibkan. Itu kan potensi yang selama ini dinikmati oknum tertentu. Jangan malah mengkomersilkan ruang publik dengan menarik biaya parkir yang justru membebani warga," kata Syahrul.

Hal itu disampaikan Syahrul pada penggalangan petisi penolakan komersialisasi ruang publik dengan cara memungut biaya parkir, Sabtu malam (30/1).

Syahrul menambahkan, aksi penolakan tarif parkir di ruang publik tidak berhenti dengan penandatanganan petisi. Salah satunya dengan menggelar hearing dengan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan DPRD Kota Bekasi.

"Kebetulan di Kota Bekasi sedang digodok Peraturan Daeerah (Perda) soal parkir. Dalam hearing nanti, kami akan minta Walikota dan DPRD Kota Bekasi memasukkan tuntutan kami dalam Perda," katanya.

Ia berharap dalam Perda nanti di atur, bahwa ruang publik bebas dari biaya parkir. (Fad)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya