2020, Ada 257 Ribu Ton Sampah Bekasi Tak Terurus

2020, Ada 257 Ribu Ton Sampah Bekasi Tak Terurus

Ilustrasi (Sabekasi.com)

Sabekasi.com, Rawalumbu - Peningkatan jumlah dan aktivitas penduduk secara langsung akan berimplikasi pada meningkatnya volume sampah setiap hari. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam perencanaan tata kota ke depan, termasuk Bekasi.

Data The Economist menunjukan, bahwa setiap orang bisa menghasilkan sampah setiap hari hingga 2 kilogram (kg). Sementara data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2014, sampah yang dihasilkan setiap orang di kisaran 0,5kg sampai 0,8kg setiap harinya.

Peningkatan jumlah penduduk Kota Bekasi pun cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak 2010 penduduk Kota Bekasi meningkat 3% atau sekitar 70 ribu setiap tahun. Dimana, pada tahun 2014 jumlah penduduk Kota Bekasi mencapai 2,7 juta jiwa. 

Dengan asumsi peningkatan 3% per tahun tersebut, maka perkiraan jumlah penduduk Kota Bekasi tahun 2020 bisa mencapai 3,1 juta jiwa. Pertanyaannya kemudian, dengan peningkatan tersebut, berapa volume sampah yang dihasilkan Kota Bekasi tahun 2020?

Menggunakan basis data KLH yang paling rendah, yakni 0,5kg, maka volume sampah Kota Bekasi pada tahun 2020 mencapai 1.566 ton per hari atau 46.692 ton per bulan, atau 560.309 ton per tahun.

Dengan asumsi yang sama, maka volume sampah Kota Bekasi tahun 2014 adalah 479.340 ton. Sementara berdasarkan data Dinas Kebersihan (Dinsih) Kota Bekasi, hanya 201.481 ton yang berhasil diangkut ke TPA Sumur Batu. Artinya, hanya separuhnya saja yang bisa dikelola oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Melihat data tersebut, tak heran jika sejumlah tumpukan sampah di Kota Bekasi akhirnya dibakar warga sendiri karena tidak diangkut oleh petugas kebersihan. 

Baca: Warga Nilai Petugas Kebersihan Malas

Jika dibandingkan tahun 2013, tonase sampah yang masuk TPA Sumur Batu tersebut hanya naik 7%. Dengan asumsi peningkatan konstan 7% per tahun, maka volume sampah yang akan terangkut pada tahun 2020 hanya 303.334 ton.

Dengan demikian, akan ada 257 ribu ton sampah yang diproyeksikan tak terkelola Pemkot Bekasi pada tahun 2020. Akan kemana larinya sampah-sampah tersebut? Mampukah Pemkot Bekasi menjawab tantangan itu? Apakah gagasan Bekasi Smart City akan memikirkan persoalan itu? (Red, Data: Litbang Sabekasi.com)

Baca juga: Pedagang Keluhkan Tingkat Keamanan dan Kebersihan Pasar

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya