Bekasi Smart City Menurut Adi Siregar

Bekasi Smart City Menurut Adi Siregar

Blog Single

Ilustrasi (Sabekasi.com)

Sabekasi.com, Bekasi Utara - Konsep Smart City telah banyak diimplementasikan oleh kota-kota maju di dunia seperti Barcelona dan Dubai. Melalui Kementerian Badan Perencanaan Nasional (Bapennas), Indonesia mulai mendorong kabupaten/kota menggunakan teknologi informasi dalam pelayanan  publik. Salah satunya Kota Bekasi.

Hal itu dikatakan Direktur Komunikasi Bekasi Smart City (BSC) Adi Siregar. “Smart City merupakan ide besar. Di dalamnya ada smart ekonomi, smart government, smart environment, smart mobility, dan smart people tentunya," terang Adi.
 
Adi menilai masyarakat Bekasi sudah siap dengan adanya ide-ide baru. Tata kelola baru tentang sebuah kota. Pemerintah Kota (Pemkot) sendiri, dikatakannya sudah mulai mengimplementasikan konsep Smart City. 

“Salah satunya yang paling nyata dirasakan oleh masyarakat adalah sistem PPDB online. Itu bagian dari smart government. Pelayanan publik lebih mudah dengan penggunaan teknologi," ujar Adi.

Ketika ditanya mengenai mana yang lebih dulu dibangun antara infrastruktur atau Sumber Daya Manusia (SDM), ia menilai tidak perlu diskusi panjang untuk membahas itu. "Itu sebetulnya hanya masalah teknis. Jadi beriringan saja sambil jalan," katanya kepada Sabekasi.com, Rabu (20/1).

Lanjut Adi, yang lebih fundamental adalah merubah mindset, bagaimana segala sesuatu itu dikelola dengan smart. "Minimal jika pimpinannya tidak terlalu familiar dengan teknologi, bisa dialihkan ke anak buah atau operatornya yang mengurus. Terlebih, banyak PNS saat ini yang muda-muda. Tentunya mereka lebih familiar dengan teknologi," katanya.

Konsep pembangunan Smart City menurutnya tidak bisa diselesaikan dalam dua-tiga tahun ke depan. “Kita harus bergerak sama-sama. Pemerintah, swasta, dan masyarakat mulai memikirkan konsep Smart City. Dan kerjakan mana yang lebih dulu bisa dikerjakan," imbuhnya 

Adi mencontohkan dalam aspek lingkungan atau smart environment. Masyarakat membuang sampah pada tempatnya, dan tugas pemerintah adalah menyediakan infrastrukturnya, seperti penyediaan tempat dan pengelolaan sampah. 

"Jadi yang disebut smart people itu partisipasi masyarakat harus lebih besar, sedangkan pemerintah hanya fasilitator," tuturnya.

Adi menegaskan, planning besar dalam membangun konsep BSC adalah dengan menyelesaikan persoalan saat ini dan mengantisipasi permasalahan yang akan datang. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+