Pute, Pesilat Cantik yang Berprestasi

Pute, Pesilat Cantik yang Berprestasi

Sri Putri Ardiyani

Sabekasi.com, Bekasi Selatan – Berlatih silat, apalagi memainkan golok umumnya digeluti oleh para lelaki. Namun, hal itu tidak berlaku bagi perempuan cantik ini. Nama lengkapnya Sri Putri Ardiyani. Di kalangan pecinta budaya, ia akrab disapa Pute.

Dara cantik keturunan pesilat ini, sejak remaja telah bergabung di dunia persilatan. “Dari SMP kelas 1 aku udah bergabung di dunia persilatan. kalau terjun di dunia kebudayaan, hampir 3 tahun,” ujar Pute kepada Sabekasi.com di sela-sela acara Sobat Tande, Minggu (17/1).

Selain karena keturunan, kedekatan emosional dirinya dengan ayah dan almarhum kakeknya membuat Pute tergerak untuk terjun di dunia persilatan. “Sekarang engkong saya udah nggak ada, penerusnya bapak saya. Kalo nanti bapak saya nggak ada, kalo bukan saya sama adik saya siapa yang nerusin,” ujar Pute.

Semasa sekolah, ia aktif menjadi atlit silat dari SMP hingga SMA. Setiap mendapatkan medali, sekolahnya memberi beasiswa melalui potongan SPP. Setamat SMA, ia berhenti menjadi atlit lantaran berbenturan waktu dengan pekerjaan dan kuliah.

“Jangankan buat kerja dan kuliah, kumpul sama orang tua aja susah kalo jadi atlit,” tutur perempuan yang hobby mengasah golok ini.

Sehari-harinya, Pute bekerja di ruko Betos di PT. Duta Dharma yang bergerak di bidang distributor pulsa salah satu operator selular. Ia bekerja dari pagi hingga jam 4 sore. Setelah itu, ia pergi kuliah di Universitas Bhayangkara Bekasi dari jam 5 hingga 10 malam.

Setiap malam minggu, Pute latihan privat dengan ayahnya di sanggar perguruan Laskar Betawi yang berada di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu. Selain berlatih dengan ayahnya, Pute juga berlatih setiap Rabu malam dan Minggu pagi di Mutiara Betawi Main Pukul Gombel.

Pute mengatakan bahwa bukan hanya laki-laki saja yang bisa berlatih silat. Perempuan juga harus bisa. Menurutnya, pada umumnya yang menjadi sasaran kejahatan adalah perempuan. “Jadi, kita (perempuan) harus membekali diri dengan silat,” tambahnya.

Baginya, tak ada yang perlu dirasa aneh dengan perempuan yang bermain silat. Malah, ia merasa bangga dengan apa yang ditekuninya saat ini. “Justru saya bangga. Intinya kita berbaur dengan yang lain. Ini (berlatih silat) buat gue dan budaya gue,” tegas mahasiswa jurusan Psikologi ini.

Saat ini, ia aktif menjadi angggota Gerakan Moral Silat Bekasi. Kegiatan yang ia ikuti meliputi bakti sosial seperti membantu korban banjir, aktif mengikuti event-event seminar dan berkontribusi dalam pagelaran budaya.

Pute berpesan kepada para pemuda untuk terus berbudaya dan tidak malu memakai pakaian budaya seperti Pangsi. “Biarkan orang-orang melihat. Ini loh kita, ini loh identitas kita. Karena kalau bukan kita siapa lagi,” pungkas pesilat berparas cantik ini. (Fad)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya