Pedagang Tuding Dispera Tidak Bertanggungjawab

Pedagang Tuding Dispera Tidak Bertanggungjawab

Blog Single

Sabekasi.com, Bekasi Utara – Para pedagang mengeluh lantaran menumpuknya sampah di belakang area pasar Harapan Jaya. Uang retribusi sebesar Rp. 5.000 yang dibayarkan setiap harinya oleh para pedagang kepada pengelola pasar Harapan Jaya ternyata tidak membuahkan hasil.

Tarno (39), pedagang sayuran ini mengaku kalau setiap hari dirinya harus membayar sebesar Rp. 5.000 kepada pengelola pasar yang kemudian disetor ke Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi. “Setiap hari saya harus bayar retribusi sampah Rp 5.000, tapi sampah jarang diangkut,” keluhnya kepada Sabekasi.com, Senin (18/1).

Para pedagang mengeluhkan bau tidak sedap yang dihasilkan dari sampah-sampah tersebut. Tarno menilai kondisi tersebut dapat membuat para pedagang dan pembeli tidak nyaman. “Retribusi sudah dibayar, tapi sampahnya kok tidak diangkut,” cetusnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan warga sekitar, Marsini (39). Adanya tumpukan sampah yang berada di dekat rumahnya itu, membuatnya merasa tidak nyaman. Dia berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan persoalan sampah itu. “Harus dibersihin secepatnya biar tidak bau dan mengganggu masyarakat dan pedagang,” cetusnya.

Wanita yang sudah puluhan tahun tinggal di dekat area pasar itu mengaku jika sampah yang ada di belakang pasar itu tidak pernah dibersihkan. Kondisi itu sudah terjadi bertahun-tahun. “Begini terus sampah di pasar ini, sudah tahunan,” terangnya.

Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) dituding pedagang hanya memungut uang retribusi dari pengelola pasar lingkungan Harapan jaya. Sementara sampah di pasar tersebut jarang diangkut. Padahal, Dispera setiap bulan menerima uang dari pengelola pasar untuk kebersihan lingkungan pasar tersebut senilai Rp 2.300.000 sejak 2010 lalu. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+