KH. Abid Marzuki: Harus Bangga Jadi Warga Bekasi

KH. Abid Marzuki: Harus Bangga Jadi Warga Bekasi

Blog Single

KH. Abid Marzuki

Sabekasi.com, Bekasi Selatan - Dalam rangka memperingati Rapat Akbar Rakyat Bekasi tahun 1950 yang digelar di Tugu Perjuangan Alun-alun Kota Bekasi, Minggu (17/1), KH. Abid Marzuki mengajak para pegiat budaya dan peserta acara Sobat Tande untuk sama-sama mendoakan para pejuang Bekasi.

Di awal orasinya, KH. Abid Marzuki mengajak masyarakat untuk bangga menjadi warga Bekasi. Menurutnya, Bekasi merupakan tempat dimana kerajaan pertama lahir di Indonesia. "Bekasi dipilih oleh Allah sebagai tempat dimana lahirnya kerajaan pertama di Nusantara, yakni kerajaan Tarumanagara," terang KH. Abid.

Konsekuensi logis dari lahirnya kerajaan pertama, menurut KH. Abid menjadikan Bekasi ditempati oleh berbagai suku dan golongan. Hal tersebut lantaran dulu di kerajaan Tarumanagara datang berbagai golongan dari kerajaan lain, termasuk dari negeri Tiongkok.

"Sejak 450 Masehi heterogenitas di Bekasi telah muncul,” tuturnya.

Kehadiran kerajaan Tarumanagara menurut KH. Abid memunculkan raja yang tersohor saat itu bernama Purnawarman. Saat itu ia membangun sebuah sebuah sungai bernama Kali Candrabhaga sepanjang 12 KM untuk kepentingan pengairan, pertanian dan pencegahan banjir.

“Apalagi sesudah dibangun ada hadiah seribu ekor sapi dari raja, itu sesuatu yang sangat luar biasa,” Kata KH. Abid.

KH. Abid juga menuturkan bahwa pada 17 Januari 1950, sekitar 25 ribu rakyat Bekasi dan daerah sekitarnya, termasuk dari Karawang, Cilincing, Bogor berkumpul di Alun-alun kota Bekasi.

Pada apel besar itu, rakyat yang hadir menuntut Indonesia dijadikan negara kesatuan dan meminta agar Bekasi dipisahkan dari Jakarta Raya. Kemudian pada 15 Agustus 1950, melalui SK Kemendagri Bekasi keluar dari Jakarta Raya dan bergabung dengan wilayah Jawa Barat.

KH. Abid berpesan kepada para pegiat budaya dan pesilat untuk memanfaatkan potensinya dalam membangun masyarakat. “Jadilah pendekar masyarakat, pendekar budaya, bukan menjadi pendekar pengusaha dan penguasa,” tegas keponakan Pahlawan Nasional KH. Noer Ali ini.

Sebelum mengakhiri orasinya, KH. Abid mengajak seluruh warga Bekasi untuk meningkatkan rasa solidaritas serta selalu menjaga harmoni sosial. Kemudian beliau mengajak para peserta mengangkat tangan sambil berpegangan erat.

"Mari kita tancapkan niat untuk menjadi perekat masyarakat Bekasi. Teruskan cita-cita para pejuang Bekasi,” tutupnya.

Ditengah momen mengharukan tersebut, berdasarkan pantauan Sabekasi.com terlihat ada peserta yang terlihat menangis terharu sedu. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+