Warga Curug Parigi Berharap Pemkot Bekasi Kali Ini Serius

Warga Curug Parigi Berharap Pemkot Bekasi Kali Ini Serius

Curug Parigi, Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi

Sabekasi.com, Bantar Gebang – Warga Kampung Parigi, Cikiwul, mengaku tidak tahu agenda kunjungan Walikota Bekasi Rahmat Effendi ke Curug Parigi hari ini, Selasa (12/1).

Kemin (43) mengatakan, dirinya tidak tahu maksud kedatangan Walikota tersebut. “Enggak tahu. Enggak ada sosialisasi ke kami,” katanya.

Meski demikian, ia berharap kunjungan Pemerintah Kota Bekasi kali ini bisa ditindaklanjuti secara serius dalam menangani berbagai permasalahan di Curug Parigi.

Seperti diketahui, keluhan warga Kampung Parigi terkait berbagai masalah di Curug Parigi belum juga mendapatkan perhatian Pemkot.

Limbah di Curug Parigi

Persoalan limbah yang mengotori lingkungan dan air di Kali sekitar Curug Parigi sudah cukup memperihatinkan. Pada musim kemarau, air yang mengalir di kali itu, termasuk Curug Parigi, dipenuhi sampah dan limbah yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Kemin mengatakan, jika musim hujan seperti sekarang ini, air limbah memang tidak begitu terlihat dan mengeluarkan bau. “Sekarang musim hujan. Jadi airnya gede. Enggak kelihatan dan enggak terlalu terasa baunya,” ujar Kemin.

Kondisi Curug Parigi tersebut terus mengundang keprihatinan berbagai komunitas di Bekasi. Meski demikian, belum ada langkah jelas dari Pemkot terkait ini.

Baca:
Ratusan Pegiat Budaya Bekasi Bersihkan Curug Parigi
Prihatin Kondisi Curug Parigi, Komunitas Motor Klasik dan Punk Gotong Royong

Akses Terancam Tertutup

Kebijakan perusahaan yang membangun pabrik ditempat itu mengancam tertutupnya jalan atau akses publik ke Curug Parigi. Tak hanya itu, potensi tertutupnya akses jalan ini juga secara otomatis akan mengisolir warga di Kampung Parigi.

Kemin mengatakan, hingga saat ini belum ada pemberitahuan kepada warga mengenai langkah Pemkot terkait hal ini. “Belum ada. Kami berharap segera ada langkah konkret pemerintah,” imbuhnya.

Permasalahan akses jalan ini juga mendapatkan reaksi keras dari berbagai komunitas Budaya di Bekasi.

Baca:
Ini Sikap Komunitas Budaya Bekasi Soal Curug Parigi

Meski tak juga mendapatkan respon pemerintah, para pegiat Budaya Bekasi pun secara rutin melakukan aktivitas bersih-bersih di Curug Parigi. Bahkan, mereka membuat tugu di tempat itu.

Baca: Kini Ada Tugu di Curug Parigi

Warga Curug Parigi Harus Dimanusiakan

Berdasarkan wawancara Rahmat Effendi di Curug Parigi yang diunggah ke media sosial Facebook hari ini, pihak Pemkot merencanakan penataan Curug Parigi sebagai destinasi wisata. Pada kesempatan itu juga ia menyinggung masalah akses jalan yang akan diminta diperlebar menjadi sekitar 3 meter.

Akses ini pun dikatakan Rahmat agar warga di Kampung Parigi bisa tetap mengakses jalan keluar masuk kampung. “Warga di situ (Kampung Parigi) juga kan harus dimanusiakan,” katanya.

Diberitahu hal ini, Kemin mengaku tidak terlalu percaya. “Kemaren-kemaren juga banyak dari Pemkot ke sini. Tapi ya gitu, enggak ada kejelasan. Kita juga enggak pernah dikasih tahu bagaimana perkembangannya,” keluh Kemin.

Namun demikian, ia tetap berharap kali ini Pemkot serius menangani masalah di Curug Parigi. “Mudah-mudahan kali ini beneran. Kita tunggu keseriusannya,” pungkasnya. (gl-15/Den)

 

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya