Dedi Mulyadi Nggak Jadi Nyalon Gubernur Jabar?

Dedi Mulyadi Nggak Jadi Nyalon Gubernur Jabar?

Blog Single

Dedi Mulyadi (Istimewa)

Sabekasi.com, Rawalumbu - Langkah politik Dedi Mulyadi untuk maju menjadi calon gubernur dalam kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dinilai semakin berat. Hal itu karena Dedi Mulyadi tidak mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid memastikan bahwa partainya akan mendukung Ridwan Kamil untuk maju menjadi calon gubernur yang diusung. Untuk posisi pendamping Ridwan Kamil, Golkar menyodorkan nama Daniel Mutaqien yang merupakan anggota DPR-RI Fraksi Golkar.

“Golkar sudah mencalonkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Mutaqien," ujar Nurdin Halid kepada awak media beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Nurdin tidak menegaskan secara gamblang terkait alasan pemilihan Ridwan Kamil ketimbang Dedi Mulyadi yang merupakan kader dan juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Namun menurut Nurdin, keputusan tersebut sudah final. “Keputusan mengusung Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar tinggal menungu surat keputusan resmi (SK) DPP Golkar,” jelasnya.

Secara resmi, Dedi Mulyadi belum memberikan tanggapan terkait kemungkinan tidak dicalonkan dirinya melalui Partai Golkar. Namun jika sudah ada surat resmi rekomendasi dari DPP Golkar, dipastikan Dedi Mulyadi baru akan memberikan tanggapannya.

"Kami belum menerima surat resmi, kalaupun ada surat resmi ke DPD Golkar Jabar, nanti kami segera tanggapi," kata Dedi Mulyadi seperti dilansir dari Tribun Jabar.

Terkait kemungkinan dirinya yang akan keluar dari Partai Golkar jika tidak mendapatkan rekomendasi, pria yang juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta itu tidak mau mengandai-andai.

"Lihat saja nanti, ikuti saja seperti air yang mengalir," tukasnya.

Menanti Langkah Politik Dedi

Dedi Mulyadi bukan politisi kemarin sore. Karir politiknya pun merangkak dari bawah. Sejumlah jabatan politik sudah diduduki sejak awal era reformasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sabekasi.com, tercatat Dedi pernah menjabat Anggota DPRD Purwakarta periode 1999-2004 dan menjabat sebagai Ketua Komisi E. Pada tahun 2003, Dedi terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta Periode 2003-2008 berpasangan dengan Lily Hambali Hasan hingga tahun 2008.

Di Pilkada tahun 2008, Dedi mencalonkan diri dan kemudian terpilih sebagai Bupati Purwakarta Periode 2008-2013 berpasangan dengan Dudung B. Supardi. Selanjutnya, Dedi kembali terpilih sebagai Bupati Purwakarta periode 2013-2018.

Khusus untuk Pilgub Jabar 2018, Dedi terlihat sudah sejak lama memantapkan diri maju sebagai calon gubernur. Meski kapasitasnya sebagai Bupati Purwakarta, Dedi rajin mengunjungi desa-desa di Jawa Barat.

Membawa tema pagelaran kebudayaan, Dedi menjalin interkasi dan komunikasi dengan beragam lapisan masyarakat. Kekuatan ini dinilai menjadi modal utama sosialisasi Dedi untuk maju di Pilgub Jabar mendatang.

Tak hanya itu, Dedi juga aktif mengunjungi wilayah-wilayah dengan melakukan pagelaran serupa di wilayah Kabupaten Bekasi. Bahkan pada medio tahun 2016 – 2017 awal, pria kelahiran 1971 itu juga aktif melakukan pagelaran budaya keliling desa bersama Bupati Neneng Hasanah Yasin.

Sekarang, meski sudah “didepak” oleh Partai Golkar, Dedi Mulyadi tetap melakukan beragam langkah politik untuk maju di Pilgub Jabar. Saat ini, Dedi intens membangun komunikasi politik dengan PDI Perjuangan.

Akankah Dedi Mulyadi berpindah haluan dari Golkar untuk maju di Pilgub Jabar?.

Share this Post:
Twitter Facebook Google+