Netizen Bekasi Ramai Bicarakan Jembatan Nambo Serangbaru, Ada Apa?

Netizen Bekasi Ramai Bicarakan Jembatan Nambo Serangbaru, Ada Apa?

Blog Single

Terlihat dua orang anak sekolah dasar di bagian atas jembatan ambruk di Kp. Nambo, Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru. (Facebook)

Sabekasi.com, Serangbaru – Jagat dunia media sosial Bekasi mendadak ramai lantaran sebuah postingan yang menggambarkan terganggunya akses anak sekolah karena jembatan ambruk di Kp. Nambo, Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru. Postingan tersebut pertama kali diangkat oleh pemilik akun bernama Hendra, pada Senin (4/9).

“Kami hanya butuh jembatan di kp nambo desa nagasari kec serang baru buat ade2ku sekolah kasian tiap hari brjuang melwati jmbtan kaya ginihh udah susah untuk di lewati,” demikian tulis Hendra dalam akun Facebooknya yang turut melampirkan sebuah foto kondisi jembatan.

Postingan tersebut lantas ramai dibagikan oleh sejumlah netizen Bekasi, salah satunya adalah Direktur Eksekutif Tiksa Institute Ahmad Djaelani. Dalam postingannya pada Sabtu (9/9), Djaelani mendorong agar pemerintah segera turun mengatasi persoalan.

“Jarak tak jauh dengan pusat Pemkab Bekasi, berada di samping Kawasan Industri Terpadu Indonesia China (KITIC) dan Kawasan Greendland International Industrial Centre (GIIC). Ada adik-adik kita yang kesusahan pulang pergi sekolah. Semoga jadi perhatian khusus para pemangku kebijakan,” demikian tulis Djaelani dengan menandai akun Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, dan sejumlah pejabat di DPRD Kabupaten Bekasi.

Sejumlah netizen langsung ramai memberikan komentarnya.

“Itu kasus sudah lama yang tidak pernah terselesaikan karena kepala desa, camat, dinas terkait pemkab bekasi seolah masa bodoh....ini yang menjadi kendalanya...padahal mereka miliki kebijakan dan kewenangan,” tulis akun Gunawan Bani Kundang.

“Iya benar masyarakat jga sangat penting turut serta, mari sama-sama kita utamakan dialog melibatkan semua unsur, KPAD siap menginisiasi terkait masalah ini demi kepentingan anak semua ikut serta tanggung jawab,” tulis akun Muh Rojak.

“Itulah pejabat Kita, tidak peka dan tidak resfek, kcuali udah rame, baru banyak yg seolah2 jadi Hero..... Hmmmm,” tulis akun Lili Braja.

“Anomali di tengah kota industri.. Entah ampe kapan parade paradoks kya gini berenti... #BekasiBersinar,” tulis akun Naseh Kamal.

“Kaga pantes pisan yaa diliatah, semoga pemangku kepentingan pada punya keketeg, punya idep,punya malu, punya tanggung jawab sadar kalo setiap pemimpin bakal dimintain pertanggung jawaban atas apa yg dipimpinnya,” tulis akun Muhaidin Darma.

“kita dukung bersama jadikan Bekasi daerah yg masih memiliki nurani buat warganya sendiri, masa buat pengembang diperhtikan buat generasi sendiri dimasabodokan, ayooooo bu hj Neneng Hasanah Yasin.... jangan sampai berita Bekasi spt ini keburu diangkat media luar, mempermalukan,” tulis akun Teh Ihat Gilang Tiara.

“Kabupaten Bekasi kawasan Industri TERBESAR SE ASIA TENGGARA .. MIRIS BANGET,” tulis akun Uun Marpuah.

“Lieur nya..bupati na jalma kieu,wakilna jalma kieu, dprd na jalma kieu,lsm na jalma kieu.koruptorna jalma ...,” tulis akun Damin Sada.

“BUKA MATA BUKA HATI,UDAH SAAT NYA MEMBANGUN Para pemangku kepentingan...karena anak Didik ini adlah aset Bangsa,majy terus pak kita dukung,” tulis akun Wiwi Widianingsih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi menyikapi persoalan yang ramai dibahas netizen. (Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+