Diduga Bayar Upah di Bawah UMK, PT Artha Utama Terancam Pidana

Diduga Bayar Upah di Bawah UMK, PT Artha Utama Terancam Pidana

Blog Single

Buruh SPMI Bekasi saat melaporkan PT Artha Utama, yang diduga memhayar upah di bawah UMK, kepada Pengawas Ketenagakerjaan dan DPRD Kabupaten Bekasi.

Sabekasi.com, Cikarang - PT Arta Utama Plasindo diiaporkan ke Pengawas Ketenagakerjaan dan DPRD Kabupaten Bekasi karena diduga membayar upah karyawannya di bawah UMK Kabupaten Bekasi.

Menurut Abdul Rahman, Wakil Ketua Bidang Advokasi PC SPEE FSPMI Kab/Kota Bekasi, UMK Kabupaten Bekasi untuk komponen elektronik adalah Rp3.772.000. Tapi PT Arta Utama Plasindo diduga  hanya membayar upah sebesar Rp.3.484.375 yg merupakan UMK tahun 2016.

"Berdasarkan laporan dari karyawan PT Arta Utama Plasindo yg merupakan anggota FSPMI, patut diduga perusahaan membayarkan upah di bawah ketentuan yang berlaku," ujar Abdul Rahman.

Untuk itu, pihaknya melaporkan PT Arta Utama Plasindo ke Pengawas Ketenagakerjaan dan DPRD.  "Kami sudah membentuk tim untuk melaporkan hal ini ke Pengawas dan juga DPRD. Rencananya hari ini juga pihak pengawas akan melakukan pemeriksaan ke perusahaan," imbuhnya.

Ali Yamin, Wakil Sekretaris Bidang Advokasi PC SPEE FSPMI, menambahkan, perusahaan yang membayar upah di bawah upah minimum akan dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun dan/atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta jika terbukti bersalah.

"Kami masih mempelajari & mendalami kasus ini, Jika memang terbukti perusahaan membayar di bawah umk, maka tidak menutup kemungkinan akan ada upaya hukum lainya," tegas Ali. (Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+