Duh, Narkoba Beredar di Kalangan Anak SD Bekasi

Duh, Narkoba Beredar di Kalangan Anak SD Bekasi

Blog Single

Ilustrasi (NET)

Sabekasi.com, Tambun Utara – Narkoba telah dinyatakan sebagai musuh bersama dan ancaman bagi bangsa Indonesia. Namun memprihatinkan, peredaran narkoba justru makin menjadi-jadi. Beragam kalangan mulai dari pelajar, artis, hingga pejabat banyak yang diciduk aparat penegak hukum gara-gara terlibat dalam kasus peredaran dan penggunaan narkoba.

Belum lama ini, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi mengungkapkan adanya peradaran narkoba yang sudah masuk di kalangan anak sekolah dasar di kawasan Kecamatan Tambun Utara. Narkoba jenis Tramadol dan Eximer beredar dijual di sejumlah toko-toko obat.

Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi, Muh Rojak mengatakan, informasi tersebut didapatkan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Peredaran narkoba yang dilaporkan adalah jenis Tramadol dan Eximer yang dijual secara bebas di sejumlah toko-toko obat.

“Kami menerima laporan masyarakat terkait maraknya obat-obatan jenis tramadol dan eximer di daerah Gabus Tambun Utara yang banyak diperjualbelikan di toko-toko obat,” jelas Muh Rojak kepada awak media, beberapa waktu lalu.

Celakanya, menurut Muh Rojak, narkoba obat-obatan tersebut dikonsumsi tanpa adanya resep dari dokter juga diketahui dikonsumsi oleh pelajar sekolah dasar. “Masyarakat sangat khawatir karena jenis obat tersebut juga sampai ada yang dikonsumsi oleh anak-anak usia SD,” ujar dia.

Dijelaskan dia, penggunaan obat jenis Tramadol dan Eximer ini diatur dalam Undang-undang Psikotropika. Obat ini masuk kategori golongan IV yang artinya penggunaannya harus berdasarkan resep dokter, tidak boleh diberikan secara bebas dan berlebihan.

“Masyarakat diminta untuk berani melaporkan jika ada toko obat dimanapun yang menjual jenis tramadol dan eximer secara bebas yang berlebihan kepada pihak kepolisian setempat,” imbuhnya.

Bukan Kasus Pertama

Adanya pemakaian obat jenis Tramadol dan Eximer di Tambun Utara bukan merupakan kasus pertama peredaran narkoba di kalangan pelajar sekolah dasar di Bekasi. Beberapa waktu lalu juga masyarakat dihebohkan dengan kemunculan ‘permen dot’ yang diduga mengandung narkoba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sabekasi.com, permen dot sempat beredar pada bulan Maret 2017. Sejumlah pedagang asongan di Kecamatan Babelan menjual permen dot dengan harga Rp1.000 per buah. Yang menjadi langganan para pembelinya adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar.

Zainal Arifin, salah seorang pedagang asongan mengakui bahwa dirinya sempat menjual permen dot. Namun, setelah ada kabar permen itu mengandung zat narkoba, dia berhenti menjualnya. “Saya sudah tidak menjualnya lagi, setelah ada kabar mengandung narkoba,” kata dia, seperti dilansir dari viva.

Sementara itu pada tahun 2011, dilansir dari laman Republika Online, sebanyak 95 SD di Kota Bekasi diketahui juga terlibat dalam penggunaan narkoba. Hasil tersebut diketahui setelah instansi terkait melakukan razia ke sekolah-sekolah dan lokasi yang biasa dijadikan ‘tempat nongkrong’.

95 pelajar SD tersebut diketahui mengkonsumsi mulai dari narkoba jenis ganja, menghirup lem, dan permen yang mengandung narkoba.

"Kita prihatin dengan terus meningkatnya kasus-kasus narkoba yang kini bahkan sudah merambah ke tingkat anak-anak. Upaya pengawasan dari orang tua terhadap tingkah laku, pergaulan serta sikap anak perlu mendapat perhatian," terang salah seorang legislator Kota Bekasi Heri Koswara. (Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+