‘Jalur Tengkorak’ Serang-Cibarusah Kembali Telan Korban

‘Jalur Tengkorak’ Serang-Cibarusah Kembali Telan Korban

Blog Single

Kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Serang - Cibarusah, Jumat (4/8) pagi. (Facebook)

Sabekasi.com, Cikarang Selatan – Jalan raya Serang – Cibarusah disebut sebagai ‘jalur tengkorak’ di Bekasi. Sebutan tersebut diberikan oleh para pengguna media sosial yang memprotes kerusakan jalan dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di ruas jalan ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sabekasi.com, Jumat (4/8) pagi ini lakalantas terjadi kembali di ruas Jalan Serang-Cibarusah tepatnya di depan Gang Jamil Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Dalam peristiwa tabrak lari ini sebuah mobil truk menabrak empat pengendara.

Dari kamera pengawas CCTV salah satu ritel yang lokasinya tepat di depan lokasi kejadian memperlihatkan, lakalantas terjadi pada pukul 07:53:44 saat sebuah mobil truk dari arah Cikarang menabrak empat pengendara sepeda motor dari arah sebaliknya. Tak berhenti, mobil penabrak malah langsung tancap gas melarikan diri.

Masih dari CCTV, terlihat mobil penabrak berada dalam kecepatan yang tinggi. Padahal saat itu lalu lintas di lokasi kejadian tengah ramai.

Empat Kecelakaan Terakhir

Kasus yang terjadi pada Jumat pagi ini bukan merupakan kasus pertama di Jalan Serang - Cibarusah. Dari informasi yang dihimpun, dalam waktu kurang dari 2 minggu terakhir telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya pengendara.

Pada tanggal 22 Juli 2017 yang lalu, kecelakaan serupa terjadi di ruas jalan depan perumahan Mega Regency, Kecamatan Serangbaru. Kejadian yang terjadi sore ini melibatkan sepeda motor dan truk. Satu orang korban tewas di lokasi kejadian.

Selanjutnya pada tanggal 28 Juli 2017, kecelakaan terjadi di kawasan Kandang Roda, Kecamatan Cikarang Selatan. Lakalantas kali ini terjadi  pada malam hari antara pengendara sepeda motor dengan mobil truk tronton. Pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi setelah tubuhnya terlindas mobil.

Pada 30 Juli 2017, lakalantas terjadi di pertigaan Cijambe, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan. Dalam peristiwa yang terjadi di pagi hari saat jam berangkat kerja, satu orang pengendara tewas seketika setelah terlibat kecelakaan dengan bus.

Menanti Aksi Penyelesaian

Menindaklanjuti protes masyarakat terkait tingginya angka lakalantas di Jalan Serang– Cibarusah. Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Polres Metro Bekasi Kabupaten, Dinas Perhubungan, Camat Cibarusah, Camat Serangbaru, dan Camat Cikarang Selatan, Rabu (2/8) yang lalu.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Cecep Noor mengatakan, dalam rapat tersebut, Jalan Raya Serang – Cibarusah dianggap sebagai jalur ‘Blackspot’ yang rawan kecelakaan. Meski jalan Serang – Cibarusah statusnya merupakan jalan provinsi yang kewenangannya berada di Pemprov Jawa Barat, namun pihaknya mengupayakan beberapa langkah penyelesaian khususnya kepada Pemkab Bekasi dan dinas terkait.

Dinas Perhubungan, kata Cecep, didorong untuk segera meningkatkan penerangan jalanan di jalan Serang – Cibarusah. “Lampu penerangan jalan umum (PJU) harus ditingkatkan, dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas,” ujar dia.

Diakui Cecep, DPRD juga telah menganggarkan biaya kepada Pemkab Bekasi melakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan Serang – Cibarusah. Adapun proses pengerjaan pelebaran jalan sendiri, baru akan dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat di tahun 2018 mendatang.

Untuk kepolisian, DPRD mendorong agar segera mengambil tindakan untuk meminimalisir kepadatan kendaraan dan kecelakaan lalu lintas di jalan Serang – Cibarusah. “Kami merekomendasikan agar hak diskresi kepolisian di lakukan, sambil menunggu proses pengerjaan pelebaran jalan rampung,” terang Cecep. (Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+