3 Orang Bekasi yang Disebut Maju Pilgub Jabar 2018, Siapa Dia?

3 Orang Bekasi yang Disebut Maju Pilgub Jabar 2018, Siapa Dia?

Blog Single

Ilustrasi (NET)

Sabekasi.com, Tambun Selatan – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat akan digelar setahun lagi, tepatnya pada 27 Juni 2018. Namun sejumlah nama-nama kandidat sudah ramai diberitakan maju dan ikut meramaikan kontestasi politik lima tahunan itu.

Ada yang berasal dari kalangan kepala daerah, politisi, pengusaha, ulama, aktivis hingga artis. Sebut saja ada nama Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Dede Yusuf, Desi Ratnasari, Iwa Karniwa, Mulyadi, Aceng Fikri, Aa Gym, hingga Entis Sutisna (Sule).

Tak hanya deretan nama-nama sohor di atas, sejumlah nama-nama tokoh Bekasi juga ikut masuk meramaikan bursa kandidat. Berdasarkan informasi yang dihimpun Sabekasi.com, setidaknya ada 3 nama orang Bekasi yang disebut maju dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang.

1. Obon Tabroni

Obon Tabroni adalah aktivis buruh nasional yang berasal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Lahir dari dunia pergerakan, sepak terjang Obon di ranah politik tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski gagal merebut kursi Kabupaten Bekasi satu dalam Pilkada 2017 yang lalu, keberanian Obon maju melalui jalur independen dengan kampanye politik bersih dan kekuatan relawannya diapresiasi banyak pihak. Belum lagi keberhasilannya dalam mendudukkan dua aktivis buruh di kursi DPRD Kabupaten Bekasi dalam Pemilu Legislatif 2014.

Dengan posisinya saat ini sebagai Deputi Presiden FSPMI dan Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Obon dipastikan memiliki massa konkret di seluruh daerah di Jawa Barat. Tak heran jika nama Obon kembali mencuat di bursa Pilgub Jabar 2018.  Jika ditelisik ke belakang, nama Obon Tabroni sudah meramaikan bursa Pilgub Jabar tahun 2013 lalu. Saat itu, tiga konfederasi buruh nasional yang terbesar yakni, KSPI, KSPSI dan KSBSI menyodorkan nama Obon untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi Rieke Dyah Pitaloka.

Terkait pencalonan Obon Tabroni di Pilgub Jabar 2018, Direktur Obon Tabroni Centre (OTC) menyampaikan hingga sejauh ini belum ada keputusan resmi. Namun penjajakan dan pertemuan dengan para pihak yang berkepentingan terus dilakukan.

“Ya, kayak ada perbincangan mengenai bang Obon jadi wakil. Tapi itu masih kami jajaki,” terang Amier kepada awak media beberapa waktu lalu.

2. Ahmad Syaikhu

Ahmad Syaikhu bukan nama baru dalam kontestasi politik Jawa Barat. Sebab saat ini, Syaikhu menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat periode 2015-2020. Karir politiknya dimulai dari bawah, saat ia menjadi anggota DPRD Kota Bekasi periode 2004-2009. Syaikhu juga sempat maju dalam Pilkada Kota Bekasi tahun 2008 sebagai calon wali kota, namun gagal setelah dikalahkan oleh pasangan Mochtar Mohammad-Rahmat Effendi. Gagal di Pilkada Kota Bekasi 2008 tak menyurutkan karir politik Syaikhu. Maju sebagai calon legislatif dari PKS, Syaikhu berhasil duduk di DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014.

Duduk di parlemen saat itu, Syaikhu dipercaya untuk mengisi posisi sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat. Di tengah perjalanannya sebagai anggota legislatif Jabar, Syaikhu kembali maju di Pilkada Kota Bekasi tahun 2012. Kali ini maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Rahmat Effendi. Menamakan diri sebagai pasangan PAS, Syaikhu terpilih dalam hajatan demokrasi Kota Bekasi kala itu. Hingga sekarang, Syaikhu masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018.

Dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang, nama Syaikhu kembali masuk sebagai kandidat terkuat yang akan diusung oleh PKS. Tak tanggung-tanggung, Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan Syaikhu akan maju sebagai calon gubernur Jabar mendampingi Deddy Mizwar.

"Dari semua pertimbangan ini, integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas, Syaikhu yang terpilih," kata Sohibul dalam keterangannya, Selasa (25/7).

3. Daeng Muhammad

Daeng Muhammad merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang berasal dari Kabupaten Bekasi. Karir politiknya merangkak dari bawah. Dimulai dengan menjadi Ketua DPC PAN Kecamatan Pebayuran (2002-2005) dan kemudian menjadi ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi periode 2005-2010 dan 2010-2015. Di tahun 2007, Daeng sempat maju sebagai calon wakil bupati dalam Pilkada Kabupaten Bekasi berpasangan dengan Wikanda Darmawijaya. Namun gagal karena perolehan suara kalah dibanding pasangan pemenang Sa’duddin – Darip Mulyana.

Meski demikian, langkah politik Daeng tidak berhenti. Ia kemudian berhasil duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi hingga akhir periode 2014. Dalam Pemilu Legislatif 2014, Daeng memutuskan untuk maju menjadi anggota DPR-RI dari Dapil Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Menyebut dirinya sebagai Anak Citarum, Daeng terpilih dan menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019. Pencapaian Daeng meraih kursi DPR ini diapresiasi banyak pihak dan menorehkan sejarah bagi PAN. Mengingat Dapil Jabar VII disebut sebagai Dapil neraka yang banyak diisi oleh tokoh-tokoh nasional.

Dalam Pilgub Jabar 2018, nama Daeng Muhammad muncul dalam survei yang diadakan oleh Politic Barometer Centre sebagai bakal calon gubernur Jabar di bawah Ridwan Kamil.

“Sosok Kang Daeng yang merakyat dan juga sangat kental dengan budaya Jawa Barat membuat nama beliau mulai dikenal oleh masyarakat Jawa Barat,” papar Aditya Nugraha, peneliti Politic Barometer Centre. (Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+