Disbimarta Kota Bekasi Dianggap Gagal Tanggulangi Banjir di Nasio

Disbimarta Kota Bekasi Dianggap Gagal Tanggulangi Banjir di Nasio

Blog Single

Tanggul penahan air di perumahan Nasio, Jatiasih. 

Sabekasi.com, Jatiasih - Penanggulangan banjir oleh Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi di wilayah Perumahan Nasio, Jatiasih, dianggap warga gagal. Penilaian warga didasarkan pada jebolnya tanggul kali sepanjang 15 meter pada Minggu malam (06/12).

Suripto, warga perumahan Nasio, mengatakan tanggul yang memisahkan perumahan dengan kali kecil di samping kali Cakung tersebut tidak bekualitas. "Baru dibangun bulan Desember tahun lalu itu. Masa baru setahun sudah jebol," katanya kepada Sabekasi.com, Rabu (09/12).

Suripto membandingkannya dengan tanggul yang dibangun dari hasil swadaya warga. "Yang dibangun dari swadaya warga itu sudah lima tahun. Kokoh. Enggak jebol sampai sekarang," tutur Suripto.

Ia menilai jebolnya tanggul yang dibangun Disbimarta karena materialnya tidak berkualitas dan kurang pengawasan. "Dari segi materialnya saja tidak memenuhi atau bahkan jauh dari standar. Itu bahan corannnya gampang rapuh. Besinya juga kecil banget. Itu diameternya paling 6 mm. Itu yang banci. Jauh dari standar. Udah gitu, pengerjaan besinya enggak diikat rapat," jelas Suripto.

Masalah kualitas tanggul ini dikatakan Suripto kemungkinan karena kontraktor atau vendornya. "Saya kira konsep Disbimarta mungkin bagus. Tapi ini perusahaan yang mengerjakannya nih yang enggak bener. Mustinya mereka (kontraktor dan Disbimarta) koordinasi dengan warga. Kalau kita tahu kan, kita kejar kualitasnya. Kita awasi pengerjaannya," sambung Suripto.

Jebolnya tanggul yang dibangun Disbimarta setahun lalu tersebut, mengakibatkan banjir pada Minggu malam (06/12). Air dari kali itu masuk dan menggenangi Perumahan Nasio setinggi setengah hingga satu meter. Air juga meluap, kemudian masuk ke dalam Perumahan Graha Indah, yang berada di depan Perumahan Nasio.

Saat ini tanggul tersebut sedang dalam perbaikan, yang diperkirakan akan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Silver, warga perumahan Nasio lainnya, mengatakan seharusnya perbaikan dikerjakan pada musim kemarau kemarin. "Kan lebih baik sedia payung sebelum hujan," kata Silver.

Mesin Pompa yang Tidak Memadai

Selain jebolnya tanggul karena kualitas material rendah, warga juga mengeluhkan mesin pompa yang dianggap kurang memadai. Mesin pompa dari Disbimarta dikatakan Suripto  tidak akan berfungsi maksimal. 

Menurut Suripto, dibandingkan dengan debit air yang sangat banyak, mesin pompa sedot tersebut tidak akan kuat. "Ini kan hanya mengalihkan air ke kali Cakung. Dua atau tiga mesin pompa sekalipun tidak akan cukup," katanya.

Silver juga mengatakan, mesin pompa dari Disbimarta tersebut hanya ada satu. "Itu pun yang 2500 liter per menit. Ya enggak ngaruh lah, orang airnya banyak. Di rumah saya aja kemarin Minggu itu banjir sampai sepaha," imbuhnya. (gl-15/Awi)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+