Tak Ada Aturan Jelas, Kesadaran Warga Bekasi Gunakan JPO Rendah

Tak Ada Aturan Jelas, Kesadaran Warga Bekasi Gunakan JPO Rendah

Penyeberang jalan enggan gunakan JPO di jl Ahmad Yani, Kota Bekasi, Selasa (08/12).

Sabekasi.com, Bekasi Barat - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jl. Ahmad Yani hampir tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Warga yang hendak menyeberang jalan, lebih memilih jalan utama kendaraan dibandingkan JPO yang berada di seberang Mal Metropolitan tersebut.

Himbauan berupa spanduk yang dipasang di trotoar/pembatas jalan dengan tulisan "Gunakanlah Jembatan Penyebrangan" tidak digubris warga. Bahaya menyeberang jalan di jalur padat kendaraan tersebut juga tak dihiraukan. Selain membahayakan, para penyeberang jalan ini juga mengakibatkan arus lalu lintas terganggu.

Saat ditanya alasan kenapa tidak menggunakan JPO, seorang penyeberang mengatakan karena kejauhan. "Kejauhan jembatannya," katanya sambil berlalu menghindari Tim Sabekasi.com, Selasa (08/12).

Penyeberang lainnya, Sinta (23) memiliki alasan yang lain. Ia mengatakan, di JPO tersebut banyak orang mencurigakan. Hal ini membuat ia merasa tidak aman jika menyeberang menggunakan JPO.

Sementara itu, Didi (21) memilih menyeberang tak menggunakan JPO karena melihat yang lain juga melakukannya. "Yang lain juga pada lewat sini, yaudah ikutan aja," katanya.

Tidak Ada Reward and Punishment

Bill Hidayat, Ketua Tunas Bekasi, menjelaskan perilaku warga tersebut dipicu karena tidak adanya penghargaan dan hukuman (reward and punishment) dari Pemerintah Kota Bekasi terhadap para penyeberang jalan ini. "Menyeberang di JPO itu kan mengeluarkan cost, waktu dan tenaga. Jarak tempuhnya jadi jauh dan ada tambahan tenaga yang harus dikeluarkan," katanya.

Sementara itu, lanjut Bill, tidak ada punishment terhadap para penyeberang jalan yang tak menggunakan JPO. "Ketika tidak ada punishment, ya mereka berpikir kenapa harus pake JPO yang jaraknya lebih jauh. Akhirnya yang lain ikutan. Yaudah semua jadi pada nyeberang di jalur kendaraan," jelas Bill.

Ia juga mengatakan rendahnya kesadaran masyatakat menggunakan JPO karena tidak adanya penghargaan dan apresiasi terhadap penyeberang jalan di JPO. Ini yang membuat budaya menyeberang di JPO sulit diterapkan.

"Jangankan apresiasi, merasa aman dan nyaman saja warga belum. Buktinya kan ada yang ngerasa takut nyeberang JPO," tutur Bill.

Karena itu, ia menghimbau Pemkot Bekasi memikirkan permasalahan ini secara serius. Karena selain membahayakan dirinya, para penyeberang jalan di jalur kendaraan itu juga mengakibatkan terganggunya lalu lintas. "Dalam hal ini, butuh kebijakan yang tegas dan pendekatan komunikasi untuk membangun kesadaran warga supaya menyeberang di JPO," pungkas Bill. (gl-15/Awi)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya