Djiung: Pemerintah Bekasi Kudu Pikirin Ruang Bermain Anak

Djiung: Pemerintah Bekasi Kudu Pikirin Ruang Bermain Anak

Blog Single

Deni Djiung, pegiat seni budaya Bekasi.

Sabekasi.com, Mustika Jaya - Ruang bermain adalah kebutuhan bagi anak-anak. Pemerintah Bekasi dihimbau untuk memperhatikan dan memikirkan bagaimana menciptakan ruang bermain yang layak dan mampu membangun mental positif anak-anak di Kota Bekasi.

Hal ini disampaikan Deni Djiung, pegiat seni dan budaya Bekasi. "Sekarang ruang bermain anak itu seperti cuma milik mereka yang punya duit. Padahal, semua anak punya hak, dan emang kebutuhannya, untuk bermain," kata Djiung kepada Sabekasi.com saat ditemui di kediamannya, Selasa (01/12).

Tapi, lanjut Djiung, perlu dipikirkan bagaimana ruang bermain anak ini bisa mendorong mental positif bagi anak-anak. Menurut dia, bentuk ruang bermain dan hal-hal yang ada di dalamnya harus dibangun berdasarkan tujuan tersebut. 

"Jadi ruang bermain itu kudu punya nilai pembelajarannya buat anak-anak. Misal, arena bermain terbuka yang anak-anak bisa saling mengenal satu sama lain. Kan itu punya aspek positif buat anak-anak pada belajar bersosialisasi. Banyak lah bentuknya. Itu yang kudu dikembangin," terang Djiung yang juga menjadi pengajar seni bela diri silat pada anak-anak ini. 

Menanggapi maraknya area-area bermain anak yang tidak layak, seperti Kalimalang dan Curug Parigi, Djiung menyatakan masalah tersebut cukup pelik. "Itu bukan cuma masalah layak atau enggak. Bukan cuma airnya yang kotor doang. Ada aspek keamanan. Coba kalau anak-anak itu kelelep (tenggelam) atau nganyut (hanyut), siapa yang mau tanggung jawab? Jangan sampe dah," ujar Djiung.

Karena itu, Djiung menilai penting sekali pemerintah Bekasi memikirkan masalah ini. "Bekasi itu kan pertumbuhan penduduknya juga lumayan tinggi. Makanya, mau kagak mau, aspek ruang bermain anak ini kudu jadi bagian dari agenda pembangunan," tegasnya. (gl-15)

Baca juga:
Kalimalang, Ruang Bermain Mereka
Asiknya 'Ngobak' di Curug Parigi

Share this Post:
Twitter Facebook Google+