Kantor Komisi D DPRD Kota Bekasi Disegel

Kantor Komisi D DPRD Kota Bekasi Disegel

Blog Single

Giofani dari GMNI memasang tulisan "Disegel" pada pintu ruang Komisi D DPRD Kota Bekasi, Selasa (01/12)

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengaku kecewa dengan tak ditanggapinya aspirasi mereka oleh Komisi D DPRD Kota Bekasi. 

Giofani, dari GMNI, mengatakan anggota dewan dari Komisi D cenderung menghindar dan tak mau diajak diskusi. "Sebelumnya mereka (Komisi D) janji untuk menemui kami. Tapi tak ada yang muncul," ujarnya, Selasa (01/12).

Ketika massa aksi bergerak dari halaman depan menuju ruangan Komisi D, tempat itu ditemukan kosong. "Tak ada seorang pun. Kosong ruangannya," kata Giofani yang sebelumnya dijanjikan akan ditemui oleh Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi Daddy Kusradi.

Kecewa karena tak ditanggapi, Giofani memasang tulisan 'Disegel' di depan pintu Komisi D. Ia mengatakan hal itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap Komisi D yang tidak bersedia membuka ruang diskusi dan terkesan lebih berpihak pada RS Awal Bros.

Aksi massa GMNI ini merupakan protes terhadap dugaan keberpihakan DPRD Kota Bekasi pada RS Awal Bros dalam kasus Falya Raafan Blegur. Di mana, Falya diduga menjadi korban malpraktik RS Awal Bros.

Giofani mengatakan, jika tidak ada respon dari Komisi D DPRD Kota Bekasi, mereka akan menemui Komisi IX DPR RI. (Awi)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+