Sebut Tak Ada Malpraktik, Komisi D Dikecam Warga

Sebut Tak Ada Malpraktik, Komisi D Dikecam Warga

Gedung DPRF Kota Bekasi (foto Awi)

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Pernyataan Komisi D DPRD Kota Bekasi yang menyebutkan Rumah Sakit (RS) Awal Bros sudah melakukan tindakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan almarhum Falya dikecan warga. Pernyataan tersebut dianggap melampaui kewenangan DPRD.

Koalisi Nasionalis Marhaenis Kota Bekasi yang terdiri dari gabungan tiga organisasi yakni Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, Pergerakan Wanita Nasional Kota Bekasi dan Persatuan Alumni GMNI Bekasi mendesak Komisi D mencabut pernyataan tersebut.

Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, King Vidor menilai DPRD tidak punya hak menyimpulkan dan memberikan pernyataan bahwa pihak rumah sakit tidak melakukan tindakan malpraktik. "Itu terlalu terburu-buru. Kasus ini masih dalam proses  dan belum ada keputusan final,” ujarnya.

Senada itu, Ketua Pergerakan Wanita Nasional Kota Bekasi, Nyimas Sakuntala Dewi mengatakan ada kesan kuat kalau anggota dewan di Komisi D lebih berpihak pada pengusaha. "Itu (pernyataan Komisi D) sangat melukai hati masyarakat. Nurani mereka mana sebagai wakil rakyat," imbuhnya.

Pernyataan Komisi D yang dilontarkan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi, Daddy Kusradi itu mengundang kecurigaan. “Kami curiga, peryataan ini sengaja dikeluarkan sebagai bentuk penggiringin opini. Jadi supaya ada kesan bahwa Rumah Sakit Awal Bros tidak bersalah," tambah King.

Lukman Hakim, Ketua Persatuan Alumni GMNI Bekasi, meminta Polda Metro Jaya segera menyelesaikan kasus ini. "Kalau memang bersalah kami meminta diproses sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai kejadian semacam ini berulang,” tegas Lukman. (Awi)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya