Keluarga Korban Sebut Anggota DPRD Gagal Paham

Keluarga Korban Sebut Anggota DPRD Gagal Paham

Ibrahim Blegur (tengah), ayah Falya yang diduga menjadi korban malpraktik RS Awal Bros.

Sabekasi.com, Bekasi Barat -Kekecewaan keluarga Blegur pada mediasi yang dilakukan dengan DPRD Kota Bekasi ternyata tak hanya karena tak diizinkannya pengacara mereka ikut. 

Mediasi yang dilakukan di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (24/11) lalu itu cukup membekas di hati Ibrahim Blegur, ayah Falya yang diduga menjadi korban malpraktik RS Awal Bros. Pada pertemuan itu, Ibrahim mengatakan ada anggota DPRD yang mengatakan bahwa yang sudah meninggal tidak akan kembali lagi.

Pernyataan anggota DPRD tersebut diakui Ibrahim sangat menyakitkan. Ia menilai anggota DPRD tersebut gagal paham. "Dari pernyataan itu saja DPRD sudah gagal paham. Pahami dulu baru bicara. Statement macam apa itu? Saya sudah ikhlaskan kepergian  anak saya dan saya hanya ingin penjelasan dari pihak rumah sakit, itu saja", turur Ibrahim

Saat ditanya siapa nama anggota DPRD itu, Ibrahim tidak mengingatnya. "Namanya saya enggak inget," katanya.

Anehnya, menurut Ibrahim, pada mediasi tersebut, pihak kuasa hukumnya tidak diizinkan ikut. Ia mengaku kecewa dengan proses mediasi yang dilakukan DPRD itu. 

"Gimana saya nggak kecewa. Disitu, Kuasa Hukum saya tidak diperkenankan hadir. Itu berarti saya juga tidak diperkenankan hadir. Sebab saya sudah kuasakan sepenuhnya kepada Kuasa Hukum saya", terang Ibrahim. (Awi)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya