Pepen Semprot Kepala Dinas Kesehatan, Ini Penyebabnya

Pepen Semprot Kepala Dinas Kesehatan, Ini Penyebabnya

Blog Single

Walikota Bekasi Rahmat Effendi. Foto: Bekasikota.go.id

Bekasi Timur – Kasus dugaan mal praktik yang terjadi di RS Awal Bros Bekasi terus bergulir. Kali ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi drg. Anne Nurchandrani disemprot oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Penyebabnya adalah drg. Anne Nurchandrani selaku Kepala Dinkes ternyata juga membuka praktik di RS. Awal Bros. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan publik, karena sampai Rabu (25/11), tidak ada penjelasan yang diberikan pihak Rumah Sakit kepada pihak keluarga tentang terjadinya dugaan mal praktik terhadap Fayla.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mendesak Kepala Dinkes untuk professional membedakan tugasnya sebagai aparatur negara dan dokter. Sebab, persoalannya akan mengakibatkan benturan kepentingan Kepala Dinkes, seperti dalam kasus Fayla.

“Saya menghimbau kepada Ka Dinkes harus terbuka lah, mana dia sebagi profesi mana dia sebagai pejabat negara, kalo dia nggak komen berarti dia nggak paham sesuatu,” ujarnya.

Menurut Walikota yang biasa disapa Pepen ini, kalau Kepala Dinkes paham pasti ia akan membuka dan melakukan apa yang harus dilakukan terkait dugaan mal praktik. Mengingat banyak hal yang seharusnya disampaikan.

“Saat dia sebagai Ka Dinkes, saat dia sebagi Pejabat Negara, maka dia harus bisa menyelesaikan proses itu (dugaan mal praktik Fayla), siapapun Ka Dinkes harusnya bisa menjelaskan kasus di Awal Bros,” ungkap Pepen.

Meski demikian, Pepen tidak akan melakukan pencopotan drg. Anne Nurchandrani selaku Kepala Dinkes dalam waktu dekat. Karena sampai saat ini belum ditemukan pelanggarannya.

"Masa kesalahannya belum dicari, Ka Dinkes Harus dicopot," tutupnya. (Awi)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+