Ditawari 150 juta, Keluarga Falya Menolak

Ditawari 150 juta, Keluarga Falya Menolak

Blog Single

Pihak keluarga Falya beserta tim Kuasa Hukum di Kantor DPRD Kota Bekasi, Selasa (24/11).

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Pihak keluarga Falya, yang diduga merupakan korban malpraktek Rumah Sakit (RS) Awal Bros Bekasi, menolak uang damai sebesar 150 juta.

Hal tersebut disampaikan ayah Falya, Ibrahim Blegur. "Ya saya benarkan itu. Indikasinya supaya kasus ini tidak dibesar-besarkan dengan pemberian uang 150 juta. Tapi kami menolak" ujarnya kepada Sabekasi.com di Kantor DPRD Kota Bekasi.

Ibrahim menilai bahwa pemberian uang tersebut sebagai itikad baik RS. "Tapi bukan itu yang kami harapkan. Saya tidak minta uang sepeser pun. Saya hanya butuh penjelasan terkait kejadian yang menimpa anak saya," tutur Ibrahim.

Hari ini, Selasa (24/11), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi menggelar mediasi yang dihadiri oleh perwakilan keluarga Falya, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kota Bekasi dan manajemen RS Awal Bros.

Seperti diberitakan sebelumnya, Falya Raafan Blegur putri pasangan Ibrahim Blegur dan Eri Kusrini diduga meninggal akibat malpraktek RS Awal Bros. 

Keterangan keluarga Fayla menyebutkan, setelah disuntik dokter, Falya mengalami kondisi kritis. Tubuhnya membiru dan muncul bintik-bintik, bahkan keluar busa dari mulutnya. Hingga Falya dinyatakan meninggal dunia. (Awi/gl-15)

Baca Juga:

Diduga Jadi Korban Mal Praktik RS Awal Bros Bekasi, Balita ini Tewas

RS Awal Bros Bekasi Terancam Ditutup

Share this Post:
Twitter Facebook Google+