Kalimalang, Ruang Bermain Mereka

Kalimalang, Ruang Bermain Mereka

Blog Single

Iskandar (12) bersama teman-temannya tengah bermain di Kalimalang, Kamis (19/11)

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Byur! Suara semburan air setiap kali anak-anak itu melompat ke Kalimalang. Percikan airnya hingga ke tepi sungai. Diiringi tawa riang, mereka bergantian melompat sambil sesekali membetulkan celananya yang melorot.

Mereka adalah anak-anak jalanan yang kesehariannya mengamen di jalan Cut Mutia, Kota Bekasi. Sebagian ada yang masih sekolah. Sementara lainnya sudah putus sekolah. Mengamen sudah menjadi bagian hidup mereka beberapa tahun terakhir.

Bagi mereka, Kalimalang adalah ruang bermain favoritnya. Karena pilihan yang mereka punya hanya Kalimalang. Paling-paling, menurut mereka, pilihan ruang bermain lainnya hanya di jalanan.

Mereka tak punya pilihan bermain di water boom atau ruang bermain anak layak lainnya. "Ya mau dimana lagi kita maen," kata Iskandar (12) saat ditanya pilihan ruang bermainnya, Kamis (19/11)

Ini adalah fenomena kota seperti Bekasi. Ruang bermain layak bagi anak-anak menjadi semakin mahal. Ruang bermain hanya milik mereka yang orang tuanya mampu secara finansial.

Sementara bagi mereka yang orang tuanya miskin, ruang bermain layak seperti utopia. Akhirnya, seringkali ruang bermain tak layak pun jadi pilihan. Karena bagaimanapun, bermain adalah kebutuhan bagi mereka.

Orientasi pada pembangunan ekonomi yang mengedepankan infrastruktur tentu penting. Tapi pembangunan manusia, terutama generasi muda, sama pentingnya. Ruang bermain adalah kebutuhan bagi anak-anak. Ruang bermain yang layak sejatinya menjadi hak semua anak, tanpa melihat status ekonominya. (gl-15)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+