Tergantung pada Bantar Gebang, Jakarta Gagal Laksanakan Masterplan Sampah

Tergantung pada Bantar Gebang, Jakarta Gagal Laksanakan Masterplan Sampah

Blog Single

Tumpukan sampah di Bantar Gebang (foto: 22Kartika)

Sabekasi.com, Rawa Lumbu - Di antara kota yang berbatasan dengan Jakarta, Bekasi merupakan satu-satunya kota yang bersedia menjadi tempat pembuangan sampah Jakarta. 

Yusril Ihza Mahendra melalui akun Twitter miliknya menyebutkan, sementara ini tidak ada alternatif daerah sekitar yang mau menampung sampah dari dari DKI Jakarta kecuali Pemerintah Kota Bekasi.

Sebelumnya, walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menyatakan penolakannya jika sampah dari DKI Jakarta akan dibuang ke Depok. "Depok itu kota pendidikan, bukan kota sampah," ujarnya.

Penolakan tersebut merupakan isu berantai dari kisruh antara Pemprov DKI dengan DPRD Kota Bekasi yang mempermasalahkan jam operasional dan tonase sampah yang dikirim per hari, yang dianggap tidak sesuai kesepakatan. Buntutnya, pengiriman sampah dari Jakarta ke Bantar Gebang mengalami hambatan dalam beberapa hari ini.

Persoalan ini kemudian semakin melebar ke wilayah Kabupaten Bogor. Sejumlah elemen warga Cileungsi beberapa hari ini memblokir jalur truk sampah Jakarta yang melintas di wilayahnya. Mereka keberatan jalurnya dijadikan lalu lintas truk bermuatan sampah Jakarta tersebut. Protes warga Cileungsi itu ditenggarai lantaran bau dan tetesan air sampah di jalan wilayahnya.

Akibatnya, seperti ditulis Yusril, pengiriman sampah yang sejak Juli-Agustus sebanyak 6,4 ribu ton per hari, turun menjadi sekitar 3 ribu ton. Hal ini mengakibatkan tumpukan sampah di berbagai wilayah penampungan sampah di Jakarta. 

Ketergantungan Jakarta terhadap Bantar Gebang ini dikatakan Yusril karena gagalnya Jakarta melaksanakan masterplan pengolahan sampah. "Dalam masterplan, DKI akan membangun fasilitas pengolahan sampah di wilayahnya sendiri di Cakung, Cilincing, Marunda, Sunter dan  Duri Kosambi," tulis Yusril. (gl-15)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+