Bosin Sang Pemburu Kroto

Bosin Sang Pemburu Kroto

Bosin, sang pemburu Kroto

Sabekasi.com, Tambun Selatan - Seorang lelaki separuh baya berjalan membawa tiga batang bambu. Satu berukuran sekitar 5 meter, diseret dengan tangan kanannya. Dua lainnya dipikul di pundak bagian kirinya. Sementara dipinggang kirinya, tampak menggantung kantung plastik.

Sesekali ia menengadah seperti mencari-cari sesuatu di atas pohon yang temuinya. Memperhatikan setiap rimbun batang pohon dengan seksama. Beberapa saat, kembali ia berjalan dan kemudian berhenti lagi di pohon berikutnya. 

Lelaki itu bernama Bosin. Ia adalah seorang pemburu Kroto. Aktivitasnya ini adalah bagian dari cara ia mempertahankan hidup. Berburu Kroto adalah cara Bosin mencari nafkah.

Kroto alias telur semut rangrang begitu berharga baginya. Telur serangga itu adalah sumber penghidupannya. Karena itu, ia rela berjalan hampir 20 km per hari untuk berburu Kroto.

Harga kroto di jualnya ke pengepul sekitar 150 ribu sampe 200 ribu per kilo gram (kg). Cukup tinggi menurut Bosin. Karena menurutnya, ia tidak perlu mengeluarkan modal untuk mendapatkan Kroto. "Lumayan untuk biaya sehari-hari," ujar Bosin kepada Sabekasi.com ketika sedang berburu Kroto di Kp. Cibuntu, Kecamatan Tambun Selatan.

Namun ternyata tak mudah mengumpulkan Kroto hingga satu kilo. "Saya harus keliling 4 hari supaya dapat sekilo. Kalau musim hujan gini, malah bisa seminggu keliling kampung baru dapat sekilo” terang pria warga Desa Setia Darma ini.

Bosin mengaku sudah lima tahun menekuni pekerjaan ini. "Ya mau gimana lagi. Cuma ini yang saya bisa sekarang," katanya dengan mata sekilas terlihat menerawang.

Keluar masuk kampung dengan mebawa bambu panjang di kebun orang lain sering membuatnya dicurigai. “Saya sering dikira mau nyuri. Apalagi kalau ayam atau angsa pada kaget melihat saya bawa gala. Terus pada bunyi berisik. Langsung pada keluar tuh warga” tutur Bosin sambil tersenyum.

Tapi, segala tantangan itu tak menyurutkan langkah Bosin. Ia tetap harus melakoni profesinya sebagai pemburu Kroto. Demi bertahan hidup. Demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari. (Rah)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya