Bambu Runcing: Lambang Kepatriotan Masyarakat Bekasi

Bambu Runcing: Lambang Kepatriotan Masyarakat Bekasi

Blog Single

Tugu bambu runcing di dekat pintu tol Bekasi Timur.

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Bambu runcing merupakan lambang semangat kepatriotan dan heroik masyarakat Bekasi.  Saat zaman penjajahan, pejuang rela mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan walaupun dengan senjata seadanya.

Menurut Sejarawan Bekasi, Andi Sopandi, pada waktu itu Bekasi merupakan front pertahanan dan perjuangan terdepan. Sebagaimana tergambarkan dalam puisi Chairil Anwar "Karawang-Bekasi".

"Bambu Runcing saat itu adalah media alternatif sebagai senjata perang selain senapan dan pistol. Namun terbatasnya jumlah senjata banyak pejuang menggunakan bambu runcing ketika berhadap langsung dengan penjajah menggunakan taktik perang gerilya," terang Andi kepada Sabekasi.com, Sabtu (6/2).

Keterbatasan itu, Lanjutnya, bisa diperkuat dengan semangat juang dan patriotisme melawan penjajah. Sehingga banyak pejuang dan patriot bangsa gugur membela dan memperjuangkan kemerdekaan di Bekasi.

"Beribu-ribu pejuang dari berbagai wilayah Indonesia berjuang di Bekasi sebagai front perjuangan terdepan perbatasan Ibu kota negara," ujarnya.

Kini, Kota Bekasi memiliki tugu Bambu Runcing baru yang tingginya sekitar 10 meter di Jl. Raya Jatimulya, dekat gerbang tol Bekasi Timur. Tugu tersebut dijadikan sebagai monumen perjuangan masyarakat Bekasi.

"Tentunya dengan adanya tugu baru tersebut diharapkan masyarakat Bekasi bangga dan dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan Bekasi," pungkasnya. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+