Ketua UMKM Bekasi Kritisi Konsep Pusat Kuliner Disporbudpar

Ketua UMKM Bekasi Kritisi Konsep Pusat Kuliner Disporbudpar

Konsep pusat kuliner dengan sistem bongkar pasang tenda setiap hari yang digagas Disporbudbar Kota Bekasi.

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Ketua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bekasi, Afif Ridwan mengkritisi konsep pusat kuliner yang dibangun oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudbar) Kota Bekasi. Dimana, konsep pusat kuliner itu menerapkan sistem bongkar pasang tenda setiap harinya.

Hal tersebut dinilai Afif menyulitkan para pelaku usaha. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk membuat pusat kuliner baru yang menetap dan permanen sehingga tidak merepotkan pelaku UMKM.

"Kita membangun destinasi wisata baru. Namanya wakul: warung kuliner. Letaknya di Pekayon. Insya Allah kita launcing saat HUT Kota Bekasi," katanya kepada Sabekasi.com saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (27/2).

Dijelaskan Afif, tempat tersebut digunakan untuk menampung pelaku UMKM Makanan dan Minuman (Mamin) dengan konsep yang berbeda.

"Kita mampu membangun pusat kuliner secara mandiri, tanpa ada bantuan unsur pemerintah. Pusat kuliner yang kita bangun lebih memadai dan mantap ketimbang yang di bangun dinas pariwisata dengan sistem bongkar pasang dengan jam buka yang dibatasi," papar  pengusaha Bandeng Rorod ini.

Melalui Wisata Kuliner tersebut, pihaknya ingin memberikan contoh kepada pengambil kebijakan di Kota Bekasi mengenai bagaimana konsep pembinaan UMKM yang benar.

Meriahkan HUT Kota Bekasi

Meski berbeda pandangan, Afif mengatakan pihaknya akan turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (Hut) Kota Bekasi ke-19.

Sebelumnya, menurut Afif, Pemerintah Kota (Pemkot) mengajak para pelaku usaha Kota Bekasi untuk memeriahkan acara. "Kita menyepakati tawaran Pemkot tersebut," ujarnya.

Para pelaku UMKM ini akan turut serta meramaikan Bekasi Expo yang merupakan rangkaian acara HUT Kota Bekasi, pertengahan Maret mendatang. (Fad)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya