Diduga Jadi Alat Politik, Djaelani Minta RT/RW Netral

Diduga Jadi Alat Politik, Djaelani Minta RT/RW Netral

Blog Single

Ahmad Djaelani

Sabekasi.com, Cikarang Pusat - Terungkapnya dugaan praktik politik uang di Desa Mukti Wari Kecamatan Cibitung yang dilakukan oleh Ketua RT dan oknum PNS dinilai hanya merupakan gunung es dari massifnya gerakan politik uang di Pilkada Kabupaten Bekasi.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Komunitas Pemilih Muda Bekasi (Kopidasi), Ahmad Djaelani. Ia menengarai pola serupa dilakukan oleh tim pasangan calon tertentu di wilayah desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Bekasi.

"Membuktikan money politik memang rada susah, apalagi transaksinya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun berdasarkan informasi yang kami terima, masyarakat pemilih di hari-hari terakhir ini memang sudah banyak yang diiming-imingi untuk diarahkan memilih calon tertentu dengan imbalan amplop berisi uang," ujar Djaelani, Minggu (12/2).

Baca juga: Diduga Lakukan Politik Uang, Ketua RT dan PNS Dilaporkan

Djaelani mendesak RT/RW harus bisa bersikap netral dalam gelaran Pilkada ini. Jangan mau dimanfaatkan oleh tim pasangan calon tertentu untuk membagi-bagikan uang kepada masyarakat pemilih. "Sebagai perangkat pembantu pemerintahan, RT/RW harus bersikap netral," tegasnya.

Kepada warga yang memiliki hak pilih, Djaelani berharap agar menolak segala macam bentuk politik uang. Baik itu yang berupa amplop berisi uang, atau janji hadiah dalam bentuk lainnya.

"Untuk warga, jika ada RT/RW yang mengajak memilih satu calon karena uang, pasti RT/RW itu nggak peduli sama kemajuan Bekasi. Jangan ikuti RT/RW seperti itu," tandas Djaelani. (Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+