Obon Bakal Libatkan Swasta di Program Pemuda, Olahraga dan Budaya

Obon Bakal Libatkan Swasta di Program Pemuda, Olahraga dan Budaya

Blog Single

Obon Tabroni saat Kampanye Akbar di Lapangan Iregas Serangbaru, Minggu (15/1).

Sabekasi.com, Cibitung – Pasangan nomor urut 3 dari jalur independen Obon Tabroni – Bambang Sumaryono kembali meluncurkan program prioritas di bidang pemuda, olahraga dan budaya.

Menurut Obon, pemuda di Kabupaten Bekasi masih belum mendapatkan haknya untuk dikembangkan dan diberdayakan. “Terbukti dengan jumlah pemuda yang menganggur, tidak adanya ruang ekspresi dan mengembangkan dirinya, serta minimnya kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan Pemkab Bekasi,” katanya, Sabtu (11/2).

Dalam bidang olahraga, lanjut Obon juga masih belum dijalankan dengan baik. Padahal bidang olahraga memiliki begitu banyak manfaat sebagai bagian dari upaya hidup sehat, prestasi, maupun peningkatan ekonomi.

Orientasi pembangunan olahraga juga sekedar diarahkan pada infrastruktur, seperti stadion. Sementara pembangunan manusianya di bidang olahraga prestasi, seperti sepak bola, tinju, beladiri (silat, yudo, karate, wushu dll), sepatu roda, dayung, panjat tebing dan banyak lagi tidak mendapat perhatian yang cukup dari Pemkab Bekasi.

“Padahal, peluang pengembangan bidang ini di Kabupaten Bekasi sangat tinggi. Keberadaan lebih dari 5.000 perusahaan bisa dioptimalkan untuk berkontribusi pada bidang olahraga,” tegasnya.

Obon mencontohkan, pemerintah bisa bekerjasama dengan sejumlah perusahaan, yaitu untuk mengasuh, mengembangkan, dan memberikan fasilitas pelatihan untuk atlet, baik melalui mekanisme CSR maupun program lainnya.

“Misalnya, satu perusahaan mengasuh satu atlet sepakbola. Jika itu dijalankan, maka kemampuan atlet-atlet sepakbola akan baik. Hal ini tentu akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan,” paparnya.

Sementara itu, dalam bidang kebudayaan juga masih belum diperhatikan. Penetapan cagar budaya sebagai upaya memelihara identitas dan kearifan lokal pun belum berhasil dijalankan. Padahal budaya, lanjut Obon, merupakan faktor penting dalam mempertahan identitas, karakter masyarakat dan kearifan lokal Bekasi.

Komunitas-komunitas budaya, termasuk kesenian khas Bekasi juga belum diberdayakan. Padahal, seniman-seniman Bekasi telah diakui kemampuannya. Banyak seniman Bekasi dibawa keluar daerah bahkan ke luar negeri mewakili Pemprov DKI Jakarta. Namun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi justru belum diberdayakan.

Untuk mempertahankan seni tradisi ini, para seniman dan budayawan harus berjuang sendiri. Mereka harus menyisihkan sebagian penghasilannya untuk melestarikan warisan leluhur masyarakat Bekasi. Padahal pemerintah daerah juga telah diamanatkan UU untuk melestarikan dan memberdayakan seni-seni tradisi dan kearifan lokal.

Dalam konteks kesenian, kami melihat ada tiga aspek penting yang harus dipenuhi, yaitu seniman, panggung, dan penonton. “Langkah pemerintah pada prinsipnya adalah memberdayakan senimannya, menyediakan panggungnya (ajang), dan penonton (penikmat) dengan sendirinya akan terbangun,” imbuhnya.

Berikut ini program prioritas pasangan yang mengambil tagline Bekasi Baik dan Benar itu.

1. Kepemudaan

(*) Pemberdayaan organisasi dan komunitas kepemudaan.

(*) Membangun pusat kreasi pemuda.

(*) Insentif bagi usaha (bisnis) pemuda.

2. Olahraga

(*) Satu perusahaan minimal mengasuh satu atlet.

(*) Menyelenggarakan minimal 2 kali kejuaraan olah raga setiap tahun.

(*) Meningkatkan fasilitas olahraga di tiap desa dan kecamatan.

(*) Insentif bagi atlet berprestasi.

3. Seni Budaya

(*) Mempercepat penetapan cagar budaya.

(*) Bantuan bagi komunitas seni dan budaya.

(*) Menyelenggarakan festival seni budaya tahunan.

(*) Kerjasama dengan perusahaan untuk pemberdayaan kesenian dan kebudayaan.

(*) Insentif bagi produk khas Bekasi.

(Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+