Obon Siapkan Mobil Antar Jemput Siswa dan Naikan Gaji Honorer Sesuai UMK

Obon Siapkan Mobil Antar Jemput Siswa dan Naikan Gaji Honorer Sesuai UMK

Blog Single

Obon Tabroni saat kampanye akbar di Lapangan Serangbaru, Minggu (15/1).

Sabekasi.com, Cibitung – Pasangan nomor urut 3 Obon Tabroni – Bambang Sumaryono (Obama) merilis program prioritas di bidang pendidikan. Ada empat program pendidikan yang menjadi fokus utama pasangan yang maju dari jalur independen itu.

Salah satu program yang disiapkan adalah menyediakan mobil antar jemput siswa di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh trayek angkutan umum. Mengingat masih banyak anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan hingga beberapa kilo meter untuk sekolah. Hal ini dinilai Obon karena di lingkungan mereka belum dibangun sekolah. Tentunya, jarak dan waktu tempuh pun cukup berisiko dan memerlukan biaya.

Tak hanya itu, berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya, persoalan mendasar lainnya di bidang pendidikan adalah pada gagalnya menyesuaikan antara angkatan sekolah (jumlah anak-anak yang akan sekolah) dengan jumlah sekolah. Padahal, jika data kependudukan dan pendidikan bisa diintegrasikan dengan baik, maka jumlah sekolah yang dibutuhkan bisa diprediksi.

“Masalah ketersediaan sekolah sebagai hal paling mendasar pun belum terselesaikan. Padahal akses pendidikan merupakan hak setiap warga negara sebagaimana diamanatkan undang-undang,” kata Obon, Jumat (10/2).

Selain itu, Obon juga menyoroti persoalan fasilitas belajar mengajar seperti seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium masih belum memadai. Kesejahteraan para guru juga masih terus menjadi persoalan yang tak kunjung selesai. Padahal, penobatan "Pahlawan Tanpa Jasa" tak serta merta membelenggu profesi guru untuk sejahtera.

Obon juga menyesalkan minimnya alokasi anggaran untuk pendidikan. Berdasarkan data, tahun 2015 anggaran untuk pendidikan hanya 302 miliar atau di bawah 10 persen dari APBD Kabupaten Bekasi. Padahal amanat undang-undang,  alokasi anggaran pendidikan minimal 10 persen dari APBD.

“Jika dengan asumsi APBD sebesar 5 triliun rupiah saja, anggaran pendidikan seharusnya bisa mencapai 1 triliun (20%) setiap tahun. Menurut kami, jumlah itu cukup untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan seperti yang telah diuraikan,” tegas Obon.

Berikut ini program proritas bidang pendidikan pasangan Obama:

1. Penambahan dan Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan

(*) Membangun sekolah-sekolah baru.

(*) Menambah fasilitas belajar mengajar.

(*) Mobil antar jemput siswa untuk daerah terpencil yang tidak dilalui trayek angkutan umum.

2. Peningkatan Kesejahteraan dan Kualitas Tenaga Pengajar

(*) Menaikan insentif guru.

(*) Gaji guru honorer sesuai UMK.

(*) Program kursus kilat bidang pengajaran dan keilmuan.

3. Profesionalisme Pengelolaan Pendidikan

(*) Membangun pusat data pendidikan terintegrasi.

(*) Pemberantasan Pungli.

(*) Optimalisasi CSR untuk pendidikan.

4. Optimalisasi Pendidikan Berbasis Komunitas

(*) Bantuan bagi komunitas bidang pendidikan, budaya, dan industri kreatif.

(*) Desa Cerdas Desa Kita (promosi pendidikan berbasis desa).

(*) Bekasi Mengaji dan Membaca (program peningkatan kualitas spiritual dan intelektual).

(Sab)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+