Data DPT Jadi Sorotan Panwaslu

Data DPT Jadi Sorotan Panwaslu

Blog Single

Bimtek Pengawas TPS se-Kecamatan Tambun Selatan di Gedung Serbaguna Desa Sumber Jaya, Minggu (29/1).

Sabekasi.com, Tambun Selatan – Sebanyak 3.958 pengawas TPS (PTPS) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bekasi. Bimtek tersebut dilakukan secara serentak pada Sabtu (28/1) hingga Minggu (29/1) di 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

“Dengan diadakannya Bimtek Pengawas TPS sejumlah 3958 orang sebagai bentuk kesiapan Panwaslu dalam pengawasan tingkat TPS,” kata Komisioner Panwaslu Iwan Setiono, Minggu (29/1).

Iwan menuturkan, Pengawas TPS akan bekerja selama 23 hari sebelum masa pencoblosan. Dimana waktu tersebut merupakan masa kritis Pilkada. PTPS juga akan diberikan tambahan pengetahuan mengenai aspek pencegahan.

“Pengawas TPS agar dapat melakukan pencegahan. Kemudian, ditugaskan juga untuk mensosialisasikan pengawasan partisipatif sampai tingkat TPS dengan mencermati data DPT masing-masing TPS di wilayahnya," jelas Iwan.

Sementara itu, Divisi Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwascam Tambun Selatan, Ardi Abdul K menyebutkan, ada dua tugas utama para pengawas yang berada di TPS saat pemungutan suara berlangsung.

Pertama kata Ardi, pengawas di TPS harus bisa mengidentifikasi pemilih yang sudah atau belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Misalnya ada pemilih yang sudah meninggal dunia atau berpindah domisili,” paparnya.

Ardi menekankan, para pengawas TPS harus bisa memastikan surat undangan (form C6) yang dibawa pemilih ke TPS sesuai dengan data di DPT. Tugas kedua lanjut Ardi, pengawas TPS harus bisa memastikan tidak ada lagi perbedaan data terutama hasil perolehan suara.

“Berita acara dan sertifikat yang dipegang oleh saksi dari setiap paslon dan PPS sampai di KPU kabupaten harus sama jumlahnya. Bahkan, angka dan hurufnya harus sama. Pengawas di TPS harus perhatikan hal tersebut,” pungkasnya. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+