Djaelani: Klaim Menang Berdasarkan Quick Qount Berbahaya

Djaelani: Klaim Menang Berdasarkan Quick Qount Berbahaya

Ahmad Djaelani

Sabekasi.com, Cikarang Pusat – Pemberian rekomendasi KPU Kabupaten Bekasi kepada Rakata Institute sebagai lembaga pelaksana quick qount (hitung cepat) di Pilkada Kabupaten Bekasi yang digelar 15 Februari 2017 nanti disoroti oleh pemerhati politik Ahmad Djaelani.

Menurut Djaelani, KPU harus menjelaskan kepada masyarakat tentang alasan pemberian rekomendasi kepada Rakata Institute. Harus dijelaskan pula siapa Rakata, dan rekam jejak selama ini di dunia riset.

"Ya, kpu harus jelaskan siapa Rakata, bagaimana metode quick qount yang dipakai, dimana dan kapan akan dipublikasi, itu semua harus dijelaskan," jelas Djaelani, Jumat (20/1).

Keterbukaan ini, kata Djaelani, sangat penting untuk disampaikan KPU kepada publik dan juga merupakan bagian dari proses transparansi tahapan Pilkada. Agar publik juga paham bahwa hasil quick qount itu tidak bisa dijadikan landasan dalam perolehan suara akhir yang di Plenokan oleh KPU.

"Kalau ini tiba-tiba muncul tanpa ada penjelasan terlebih dahulu. Jika KPU tidak mampu mensosialisasikan itu, lebih baik jangan," tegasnya.

Sebab menurut Djaelani, hasil quick qount ini bisa memunculkan opini publik nantinya. "Bagaimanapun, kondusivitas selama Pilkada di Kabupaten Bekasi harus tetap dijaga. Klaim menang berdasarkan quick qount itu berbahaya," pungkas Djaelani. (Sab)

Baca juga: Rakata Institute Jadi Lembaga Quick Count di Pilkada Bekasi 2017

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya