Ini Tantangan Dunia Pendidikan Bekasi Hadapi MEA

Ini Tantangan Dunia Pendidikan Bekasi Hadapi MEA

Blog Single

Seminar dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Sabtu (12/3).

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menggelar seminar dengan tema “Kompetensi untuk berkompetisi dan berkolaborasi di era MEA”, Sabtu (12/3). Sebanyak 60 peserta dari pelajar, mahasiswa, guru dan dosen ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Acara ini menghadirkan pembicara dari Internasional Test Center (ITC) Hafilia R Ismanto dan Dekan Fakultas FKSB Unisma Endang S Priyatna. Seminar ini membahas mengenai tantangan dan ancaman bagi dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) serta kompetensi utama dalam berkompetensi dan berkolaborasi di era MEA.

Dalam materi yang disampaikan  Endang S Priyatna, pada tahun 2025 akan ada tukar menukar (capital flows) diantaranya pertukaran emigrasi atau imigrasi, modal investasi, media, ide dan teknologi. “Kita harus menjadi the agent of chance demi perubahan kehidupan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara Hafilia R Ismanto menyampaikan ada empat kemampuan atau kompetensi yang harus dikuasai yaitu critical thinking, communication, creativity and innovation, dan collaboration.

“Kita sedang berkompetisi dan berkolaborasi, seharusnya tidak hanya mengandalkan kejuruan saja namun juga harus memiliki sertifikasi yang diakui sebagai jaminan,” Ungkap Hafilia R Ismanto.

Ketua pelaksana acara, Novi Puspahaty berharap melalui acara ini masing-masing elemen memiliki modal untuk bersaing di wilayah ASEAN. "Mau tidak mau kita harus bekerja sama dengan mereka. Bukan waktunya lagi untuk mempersiapkan diri namun harus sudah siap. Kemampuan tersebut sebagai modal kita untuk berkompentisi," jelasnya kepada Sabekasi.com.

Salah satu peserta seminar, Visentia Rani Purwandari mengungkapkan bahwa acara tersebut memberikan manfaat dan bekal bagi dunia pendidikan dalam menghadapi MEA. "Intinya mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA. Kalau bisa tidak hanya untuk mahasiswa, himbauan juga untuk seluruh guru yang ada di Indonesia,” ucap salah seorang guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Cikarang Pusat ini.

Senada, Anisa Rahma yang juga peserta seminar menyadari betapa pentingnya memiliki kompetensi dan keahlian dalam menghadapi MEA. Karena, lanjut Anisa, pada umumnya anak muda saat ini kurang menyadari dan acuh tak acuh tentang MEA.

"Melalui seminar ini, membuat kami sebagai generasi muda berfikir bahwa era MEA sangat penting dan membuat kami lebih kritis untuk kedepannya,” tuturnya. (Fad)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+